MagzNetwork

FIB-Adab Bentuk 6 Konsorsium dan Luncurkan 6 Jurnal Ilmiah

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 22.03 | , | 0 komentar »

Fakultas Ilmu Budaya-Adab (FIB-A) pada hari ini Kamis 17 Desember 2009 meluncurkan edisi perdana 5 jurnal jurusan dan 1 jurnal mahasiswa, Keenam jurnal tersebut diterbitkan secara bersamaan mulai tahun ini. Peluncuran ini dilaksanakan seiring pembukaan sidang pleno akhir pembentukan 6 Konsorsium disiplin ilmu yang dikembangkan pada fakultas ini.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab (FIB-A) dalam sambutannya pada acara pembukaan sidang pleno tersebut menyatakan rasa syukur dan gembira, karena semua program penguatan keilmuan yang telah dirancangkan untuk tahun 2009, akhirnya dapat dilaksanakan tuntas dengan hasil yang cukup memuaskan. Ini sangat beralasan, karena beberapa waktu berselang pada fakultas ini baru saja berhasil menerbitkan enam jurnal jurusan secara serentak, yaitu jurnal "Diwan" (Jurusan Bahasa dan Sastra Arab), jurnal "Khazanah (Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam), jurnal "Kalamistic" (Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris), jurnal "Akhbar al-Maktabah" (Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan), jurnal "Shaut al-Maktabah (Program Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi), dan jurnal "Tsaqafy" (Lembaga Kemahasiswaa FIB-A). Kecuali jurnal Tsaqafy, semua jurnal itu diterbitkan dalam dua edisi. Semua jurnal tersebut diluncurkan secara resmi oleh Dekan pada hari ini sejalan dengan pembukaan sidang pleno akhir Konsorsium Keilmuan Fakultas Ilmu Budaya-Adab(FIB-A).

Menurut Dekan, FIB-A sejak beberapa waktu yang lalu telah merancangkan 6 Konsorsium Keilmuan Fakultas, yaitu antara lain : Konsorsium Ilmu Bahasa, Konsorsium Ilmu Sastra, Konsorsium Ilmu Sejarah, Konsorsium Kebudayaan Islam, Konsorsium Ilmu Informasi, dan Konsorsium Lintas Keilmuan. Pleno akhir yang merupakan rangkaian akhir dari pertemuan-pertemuan tim perumus masing-masing kelompok konsorsium itu diharapkan akan menghasilkan Company Profile masing-masing Konsorsium yang akan menjadi acuan untuk perancangan program-program tahunan konsorsium untuk masa 5 tahun ke depan.

Dengan diterbitkannya jurnal-jurnal jurusan serta terbentuknya konsorsium-konsorsium keilmuan ini, maka lengkaplah fondasi dasar bagi program penguatan keilmuan dan peningkatan kualitas akademik pada fakultas ini untuk masa selanjutnya. Diharapkan bersinerginya masing-masing konsorsium dengan penerbitan jurnal jurusan akan memberi nilai tambah tersendiri bagi kualitas dan kuantitas produk ilmiah oleh dosen pada disiplin masing-masing. Demikian juga upaya peningkatan penguasaan keilmuan dan peningkatan metodologi pembelajaran serta penyempurnaan kurikulum dan pengembangan sistem instruksional lainnya pada setiap jurusan akan menjadi lebih efektif, demikian Dekan mengakhiri.



...selengkapnya...

Memaknai Pergantian Tahun

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 19.41 | | 0 komentar »

Kutipan Amanat Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab, Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum. Selaku Pembina Upacara pada Upacara Bendera tanggal 17 Desember 2009 di Lapangan Parkir IAIN Imam Bonjol Padang.

Pelaksanaan upacara bendera kali ini, merupakan penutup akhir tahun 2009 menjelang masuknya tahun 2010 Masehi, bertepatan juga, bahwa hari ini adalah hari terakhir tahun 1430 H, di mana saat gurub nanti, kita akan memasuki pergantian tahun Qamariyah 1431 H.

Sebagaimana biasa dalam setiap pergantian tahun kita selalu disarankan untuk melakukan evaluasi atas apa-apa yang telah kita lakukan pada tahun yang berjalan, untuk kemudian mempersiapkan rancangan-rancangan apa yang akan kita laksanakan pada tahun berikutnya. Hal itu tentulah bertujuan, agar kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik dari masa kini. Karena itu, moment pergantian tahun ini, seyogianya tidaklah sekedar transisi perpindahan angka tahun, akan tetapi lebih pada pemaknaan kita terhadap peralihan waktu sebagai wujud terciptanya perubahan ke arah yang lebih baik dalam setiap aspek kehidupan kita.

Dalam rangka momentum pergantian tahun ini, marilah sejenak kita melakukan refleksi atas beberapa pengalaman yang telah kita lalui, baik sebagai sebuah bangsa, maupun sebagai umat yang beragama. Beberapa bulan terakhir, masih segar dalam ingatan kita dua peristiwa penting yang cukup menyita perhatian, yaitu bencana alam yang melanda berbagai daerah secara beruntun dan kisruh politik kalangan elit bangsa yang hingga saat ini kelihatan semakin runyam dan semakin sukar dipahami.

Bencana gempa bumi yang melanda negeri ini pada tanggal 30 September yang lalu, begitu juga beberapa musibah bencana alam yang juga terjadi secara bergantian menimpa beberapa wilayah di Indonesia, cukup menyentak kesadaran spiritual kita, betapa tipisnya batas antara kehidupan dan kematian, betapa kekuasaan Tuhan memiliki kekuatan yang tak mampu dicegah oleh kekuatan apapun di dunia ini, termasuk oleh ilmu pengetahuan dan teknologi sekalipun.

Kekisruhan yang terjadi dalam kehidupan politik bangsa kita dewasa ini, telah makin membuka mata kita tentang berbagai persoalan, mulai dari persoalan ekonomi, hukum dan peradilan, hingga ke masalah-masalah yang menyangkut interes politik dan bahkan moralitas aparat penegak hukum. Terbukanya “kotak pandora” berbagai permasalahan bangsa yang selama ini selalu ditutupi, adalah keniscayaan sejarah pada saat semua telah mencapai titik klimaks. Ternyata kekuatan kekuasaan saja, tidak cukup kuat untuk membungkus sesuatu yang memang seharusnya tidak ditutupi. Ada saatnya kekuatan rakyat yang dipimpin menggugat para pemimpinnya untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang telah dilakukan dalam mengurus bangsa ini. Ada saatnya rakyat menuntut hak-hak politik dan hak untuk memperoleh keadilan, pada saat aparat hukum dan elit politik telah mempermainkan hak itu untuk kepentingan diri, kelompok, ataupun untuk kepentingan kekuasaan itu sendiri.

Dalam kesempatan upacara bendera ini, izinkan saya mengajak kita semua untuk memaknai momentum pergantian tahun ini dengan berkaca pada dua peristiwa yang kita sebutkan tadi.

Pertama, dari segi spiritualitas, dengan pengalaman bencana itu, marilah kita meningkatkan kesadaran akan nilai iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, marilah kita aplikasikan kedua nilai itu dalam setiap langkah dan pekerjaan kita. Kita boleh larut dengan urusan dunia, namun tentulah tidak akan menjadikan kita semakin hedonis dan lupa bahwa kekuasaan Allah diatas segala-galanya.

Kedua, dari kekisruhan politik yang terjadi dewasa ini dengan segala bentuk problema yang menyertainya, kita mendapatkan gambaran tentang proporsionalitas hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin dan antara pemegang otoritas dan obyek otoritas itu sendiri. Hendaknya peristiwa itu kita jadikan cermin, bahwa kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin tidaklah bersifat tak tergugat, ia adalah merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Tidak selamanya kepemimpinan itu dapat dibentengi dengan otoritas dan kekuasaan semata, tanpa mempertimbangkan asas keadilan dan kejujuran terhadap yang dipimpin. Pada saat keselarasan hak dan kewajiban antara pemimpin dan yang dipimpin tidak lagi memiliki keseimbangan proporsionalitas, maka itu akan memunculkan disharmoni yang dapat berujung pada krisis ketidak percayaan.

Bila hal itu kita turunkan ke level yang lebih mikro, maka setiap kita, tentunya memiliki wilayah kepemimpinan masing-masing. Agama kita telah mengajarkan bahwa “setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”. Karena itu, seyogianyalah kita melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab wilayah kepemimpinan kita masing-masing, dengan menyeimbangkan antara otoritas dengan hak dan kewajiban yang kita pimpin, untuk kemudian berupaya meningkatkan dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, sesuai dengan peran yang kita jalankan masing-masing di masa-masa yang akan datang.
Demikianlah sekedar menjadi bahan renungan kita dalam memaknai pergantian tahun ini. Mudah2an Allah akan memberikan petunjuk bagi kita semua, amin.




...selengkapnya...

"Selamat Jalan".........Ridhatul Akhyar

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 12.19 | | 0 komentar »

Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un, telah berpulang ke rahmatullah salah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya-Adab (Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris) Ridhatul Akhyar, pada tanggal 14 Desember 2009 pukul 11.00 WIB. Pimpinan dan segenap civitas akademika Fakultas Ilmu Budaya - Adab merasakan kesedihan yang begitu mendalam karena "kembalinya" Ridha (demikian almarhum dipanggil sehari-hari oleh kawan-kawannya) kepangkuan Ilahi Rabbi cukup mengagetkan banyak orang. Almarhum meninggal karena ditimpa reruntuhan bangunan di Wisma Al-Kahfi. Satu bangunan bertingkat di samping Wisma tersebut mengalami retak pasca gempa 30 September 2009 yang lalu, kemudian ambruk karena tidak kuat menahan beban, maka bagian dinding bangunan dan menimpa Wisma Al-Kahfi pada saat penghuninya masih tidur. Beberapa orang penghuni Wisma ini terluka, namun Ridha-lah yang paling kritis - terjadi pendarahan dalam tubuhnya dan satu dari kakinya remuk, sementara Ridha sejak kejadian itu (pukul 04.00 WIB dinihari) hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit M. Djamil Padang, setelah beberapa jam tidak sadarkan diri.

Kepada keluarga (Bpk. Yohannis dan Ibu Nurside) kami berharap untuk tabah menghadapi cobaan ini. Yakinlah Bapak Yohannis dan Ibu Nursida, Ridha bagi kawan-kawannya adalah anak baik dan ceria. Bagi kami, dosen dan karyawan, almarhum adalah tipikal mahasiswa baik dan memiliki jiwa kepemimpinan. Selamat jalan sahabat dan anak kami tercinta, Ridhatul Akhyar. Insya Allah, jenazah akan diberangkatkan dari RS. M. jamil Padang untuk dimakamkan di nagari Paninjauan Solok. Setelah dishalatkan di masjid kampus IAIN Imam Bonjol Lubuk Lintah Padang, diadakan upacara "pelepasan" oleh oleh Rektor IAIN IB dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab sebagai penghormatan terakhir atas nama segenap pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa FIB-Adab. Kemudian jenazah diberangkatkan menuju Solok dengan diantar oleh pimpinan Institut, fakultas dan Ketua Jurusan BSI serta rekan-rekan sejawat almarhum. Sekali lagi,.. selamat jalan Ridha. Semoga Allah memberikan tempat terbaik bagi ananda. Amin.



...selengkapnya...

Sebanyak 135 orang mahasiswa semester III Fakultas Ilmu Budaya-Adab (FIB-A) diterjunkan ke masyarakat dalam rangka melaksanakan praktikum keislaman yang berlangsung selama 2 hari penuh, Sabtu dan Minggu (21-22 Nopember 2009). Kegiatan praktikum ini dipusatkan di masjid-masjid masyarakat sekitar kampus IAIN Imam Bonjol Padang .

Sebelum kegiatan ini, mahasiswa praktikan bersama Dosen Pembimbing telah merancang berbagai kegiatan keagamaan yang akan digelar di masjid-masjid tersebut dalam rangka memberdayakan masjid sebagai pusat kegiatan umat. Sebanyak 8 masjid yang dipilih sebagai lokasi praktikum ini masing-masing ditempatkan 17-18 orang praktikan dengan didampingi oleh seorang dosen pembimbing lapangan (DPL). Diantara masjid-masjid tersebut adalah : Masjid Raya Durian Tarung, Masjid Raya Baiturrahman Lubuk Lintah,Masjid Raya Darussalam Balai Baru, Masjid Darul Falah Perumahan Bumi Minang, Masjid Raya Baitul Mukminin Bariang, Masjid Baiturrahmah Kompleks Andalas Makmur. Masjid Raya Kampung Kelawi, dan Masjid AL-Ikhlash Surau Balai.

Penempatan praktikum keislaman di tengah-tengah masyarakat yang kegiatannya di pusatkan di masjid ini ditujukan agar mahasiswa dapat merasakan dan mengamati langsung denyut-denyut kehidupan keagamaan masyarakat, serta menemukan berbagai permasalahan keagamaan yang aktual di masyarakat, demikian dikemukakan oleh Dekan Fakultas Adab Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum. Pengalaman ini menurut Dekan sangat diperlukan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi intelektual yang berorientasi ke masyarakat. Sesuai dengan tujuan itu, maka praktikum kali ini mengangkat tema : “Kompetensi Intelektualitas untuk Pemberdayaan Umat”, demikian Dekan menjelaskan.

Sementara itu Ketua Pelaksana Dr. Firdaus, M. Ag. (Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan FIB-A) mengemukakan bahwa pelaksanaan praktikum keislaman di masjid-masjid seperti ini adalah pertama kali dilaksanakan, namun dari penilaian sementara yang dilakukan bersama Pembantu Dekan bidang Akademik Dr. H. Yufni Faisol setelah berkeliling meninjau pelaksanaan praktikum ini, ternyata kegiatan ini dapat merangsang antusiasme masyarakat untuk memberdayakan masjid sebagai pusat keagamaan, disamping antusiasme di kalangan mahasiswa yang mengikutinya, karena dengan ini mereka mendapat pengalaman baru bagaimana sesungguhnya masjid dapat diberdayakan sebagai pusat aktifitas keagamaan masyarakat.

Pembantu Dekan bidang Akademik Dr. Yufni Faisol, mengemukakan bahwa kegiatan praktikum ini dirancang sedemikian rupa, dimana mahasiswa diharuskan untuk mengefektifkan kegiatan rutin masjid disamping mengisinya dengan berbagai kegiatan keagamaan lainnya seperti, kultum setiap selesai shalat wajid, wirid remaja, melibatkan diri dalam didikan subuh, TPA dan MDA, diskusi masalah keagamaan aktual dengan remaja masjid, bakti kebersihan lingkungan masjid dan sebagainya.

Penyelenggaraan praktikum keislaman kali ini adalah edisi perdana, karena itu, sebagai dikemukakan oleh Ketua Pelaksana Dr. Firdaus, tentu di sana sini masih terdapat berbagai kelemahan. Untuk itu dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi, yang dengan itu tentu akan dijadikan masukan untuk penyempurnaan pelaksanaan praktikum yang sama tahun depan. Hal yang positif tetap akan dipertahankan dan ditingkatkan, dan segala bentuk kelemahan tentu akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya, demikian Firdaus mengakhiri.


...selengkapnya...

Pembekalan Praktikum Keislaman FIB-A

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 14.28 | , | 0 komentar »

Praktikum keislaman adalah salah satu rangkaian praktikum yang akan melengkapi tujuan kurikuler dalam rangka melengkapi kompetensi afektif dan psikomotorik mahasiswa. Praktikum keislaman ini penting sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh lulusan IAIN sebagai perguruan tinggi Islam yang berorientasi ke masyarakat, demikian disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab Drs. Irhash A. Shamad dalam sambutannya pada acara pembukaan pembekalan Praktikum Keislaman di Aula Fakultas Adab Minggu 15 Nopember 2009.

Selanjutnya dikemukakan, selama proses kuliah di fakultas Ilmu Budaya-Adab ini, mahasiswa akan mendapatkan penambahan bobot kompetensi afektif dan psikomotorik pada aspek pengetahuan kognitif keislaman, pengamatan budaya, keterampilan penunjang, dan kompetensi profesionalitas keilmuan. Kompetensi keislaman merupakan standar kemestian yang harus dimiliki sebagai penciri sarjana muslim, pengamatan budaya menjadi standar kompetensi selaku sarjana Ilmu Budaya-Adab, keterampilan penunjang merupakan standar kompetensi intelektual dalam komunikasi ilmiah di era global, dimana seorang sarjana harus menguasai teknologi informasi (computer/internet) dan bahasa asing, sedangkan kompetensi professionalitas menjadi penciri kesarjanaan dalam suatu bidang keilmuan spesifik sesuai dengan jurusan masing-masing, demikian Dekan menambahkan.

Pembantu Dekan III Dr. Firdaus M.Ag. selaku penanggung jawab pelaksanaan praktikum ini mengemukakan bahwa kegiatan lapangan praktikum keislaman akan dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut, dimana sekelompok praktikan ditempatkan di masjid-masjid untuk menggelar berbagai kegiatan keislaman disamping aktif menjadi penyelenggara kegiatan-kegiatan rutin masjid tersebut. Sebelum pelaksanaan praktikum ke lapangan para praktikan diberikan pembekalan untuk menjembatani pengetahuan kognitif yang diperoleh dibangku kuliah dengan aplikasinya di tengah-tengah masyarakat.

Dikemukakan juga bahwa praktikum keislaman pada tahun ini diikuti oleh 135 mahasiswa semester III semua jurusan dan akan ditempatkan di delapan masjid yang berada di sekitar kampus IAIN Imam Bonjol. Ditambahkannya, dalam pembekalan ini akan diberikan materi-materi keislaman dan kemasyarakatan serta pendalaman pengetahuan oleh nara sumber yang berkompeten, sehingga diharapkan pada saatnya mahasiswa diterjunkan ke lapangan dapat betul-betul tampil sebagaimana yang diharapkan.



...selengkapnya...

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 14.28 | 0 komentar »

Pembekalan Praktikum Keislaman FIB-A
Praktikum keislaman adalah salah satu rangkaian praktikum yang akan melengkapi tujuan kurikuler dalam rangka melengkapi kompetensi afektif dan psikomotorik mahasiswa. Praktikum keislaman ini penting sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh lulusan IAIN sebagai perguruan tinggi Islam yang berorientasi ke masyarakat, demikian disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab Drs. Irhash A. Shamad dalam sambutannya pada acara pembukaan pembekalan Praktikum Keislaman di Aula Fakultas Adab Minggu 15 Nopember
Selanjutnya dikemukakan, selama proses kuliah di fakultas ini, mahasiswa fakultas Ilmu Budaya Adab akan mendapatkan penambahan bobot kompetensi afektif dan psikomotorik pada aspek pengetahuan kognitif keislaman, pengamatan budaya, keterampilan penunjang, dan kompetensi profesionalitas keilmuan. Kompetensi keislaman merupakan standar kompetensi yang harus dimiliki sebagai penciri sarjana muslim, pengamatan budaya menjadi standar kompetensi selaku sarjana Ilmu Budaya-Adab, keterampilan penunjang merupakan standar kompetensi dalam komunikasi intelektual di era global, dimana seorang sarjana harus menguasai teknologi informasi (computer/internet) dan bahasa asing, sedangkan kompetensi professionalitas menjadi penciri kesarjanaan dalam suatu bidang keilmuan spesifik sesuai dengan jurusan masing-masing.
Pembantu Dekan III Dr. Firdaus M.Ag. selaku penanggung jawab pelaksanaan praktikum ini mengemukakan bahwa kegiatan lapangan praktikum keislaman akan dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut, dimana sekelompok praktikan ditempatkan di masjid-masjid untuk menggelar berbagai kegiatan keislaman disamping aktif menjadi penyelenggara kegiatan-kegiatan rutin masjid tersebut. Sebelum pelaksanaan praktikum ke lapangan para praktikan diberikan pembekalan untuk menjembatani pengetahuan kognitif yang diperoleh dibangku kuliah dengan aplikasinya di tengah-tengah masyarakat.
Dikemukakan juga bahwa praktikum keislaman pada tahun ini diikuti oleh 135 mahasiswa semester III semua jurusan dan akan ditempatkan di delapan masjid yang berada di sekitar kampus IAIN Imam Bonjol. Ditambahkannya, dalam pembekalan ini akan diberikan materi-materi keislaman dan kemasyarakatan serta pendalaman pengetahuan oleh nara sumber yang berkompeten, sehingga diharapkan pada saatnya mahasiswa diterjunkan ke lapangan dapat betul-betul tampil sebagaimana yang diharapkan.



...selengkapnya...

Gempa 30 September : "Kehidupan Harus Terus Bergulir"

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 14.57 | 0 komentar »

Pasca Gempa 30 September 2009 yang lalu, dampaknya hingga sekarang masih terasa. Infrastruktur yang telah dibangun selama ini, banyak yang berantakan. Tak terkecuali IAIN Imam Bonjol Padang dan khususnya infrastruktur Fakultas Ilmu Budaya - Adab. Pasca "dihoyak" gempa itu, beberapa gedung Fakultas Adab banyak yang tidak layak pakai. Gedung Perkuliahan I maupun II banyak yang retak-retak. Sementara Gedung Dekanat, berada dalam kondisi yang memprihatinkan, terutama lantai II (bangunan pemisah antara ruang dekan dengan ruang sisang senat, ambruk total). Demikian juga dengan ruangan lain di lantai 2 tersebut. Sedangkan lantai I Dekanat, sebagaimana halnya Gedung I dan Gedung II (gedung perkuliahan) ada beberapa yang ditemukan retak-menganga.
Disamping infrastruktur Fakultas Adab yang merasakan dampak "hoyak" gempa tersebut, bangunan rumah para dosen dan karyawan fakultas yang tersebar di beberapa daerah di kota Padang, banyak juga yang rusak, bahkan ada beberapa diantaranya yang harus dibangun ulang. Dan yang paling menyedihkan adalah meninggalnya salah seorang anak dari Dosen Fakultas Adab (anak dari Bapak Drs.H. Syamsir Roust, MA). Anak Bapak Syamsir Roust yang dalam kesehariannya ini biasa dipanggil "Buya" tersebut meninggal di tempat kerjanya (ADIRA Finance Sawahan)ditimpa reruntuhan gempa, mayatnya ditemukan 2 hari setelah gempa terjadi.
Secara psikologis, civitas akademika Fakultas Adab (baik dosen, karyawan maupun mahasiswa) banyak yang terpukul. Bahkan ada beberapa dosen maupun mahasiswa yang masih takut untuk kuliah di lantai II gedung perkuliahan maupun di gedung Dekanat. Ruangan Dekan yang ambruk, sekarang dipindahkan ke ruangan Jurusan BSI. Jadi tidaklah mengherankan apabila datang ke Fakultas Adab (dan juga Fakultas-Fakultas lainnya), ada beberapa tenda yang didirikan. Untuk Fakultas Adab, ada dua buah tenda yang menopang proses belajar mengajar. Sulit memang ....... tapi kehidupan harus terus bergulir. Perkuliahan harus tetap jalan. Optimisme harus tetap dihidupkan.

...selengkapnya...

Jurnal Jurusan-Jurusan Fakultas Ilmu Budaya-Adab

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 17.00 | | 0 komentar »

“Biarlah fenomena alam berjalan menurut takdirnya, sebagai manusia kita juga harus menjaga takdir peradaban ummat manusia”, demikian kata penyair Muhammad Iqbal dalam Javid Namah-nya. Walaupun Kota Padang masih “menangis” karena efek Gempa 30 September yang lalu, walaupun bangunan Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang “begitu letih-lunglai” dihantam gempa tersebut dan butuh waktu untuk membenahi diri, tapi menjaga dan menciptakan iklim intelektual-akademik tetap menjadi sebuah keharusan. Menangislah sang penyair romantik, Gibran Kahlil Gibran dalam dalam salah satu puisinya ..... "jangan kau tangisi hilangnya harum mawar di taman, tapi tangisilah mengapa kita kehilangan tradisi menanam bunga di taman". Salah seorang filosog besar dari Mazhab Frankfurt (Frankfurt Cyrcle),
Theodore F. Adorno, suatu waktu pernah mengatakan bahwa keprihatinan terbesar dunia intelektual bukan terletak pada berkurangnya hasil capaian-capaian terbaru ilmu pengetahuan. Keprihatinan dunia intelektual justru terletak pada kurangnya tradisi tulis. Verba Vallent Scripta Mannent -- tradisi oral-verbal cepat hilang, sementara itu tradisi tulis akan abadi. Semangat dan substansi yang boleh kita ambil dari apa yang dikatakan oleh penyair dari "Paris van Arab" serta apa yang dikemukakan oleh salah seorang peletak dasar Teori Kritisisme diatas adalah bahwa tradisi tulis menjadi sesuatu yang memegang peranan kunci dalam menjaga "ruh" tradisi intelektual. Matinya budaya tulis, akan memiliki konsekuensi pada matinya tradisi intelektual.
Tradisi tulis menempati posisi kunci sebagai penyelamat dan penghidup peradaban manusia. Tidakkah kita ingin dan memiliki keinginan untuk menjadi bahagian dari penyelamat peradaban manusia. Dalam konteks inilah, maka Jurusan-Jurusan di Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang menerbitkan 5 (lima) buah Jurnal Jurusan, masing-masing Jurnal DIWAN (Jurusan Bahasa dan Sastra Arab), KHAZANAH (Sejarah dan Kebudayaan Islam), KALAMISTIC (Bahasa dan Sastra Inggris), SHOUT AL-MAKTABAH (Diploma PAD) dan IKHBAR AL-MAKTABAH (Jurusan IIP). Kelahiran Jurnal ini, disamping menjaga tradisi menanam mawar di taman, menjaga tradisi tulis juga ingin menjadi penyelamat peradaban.


...selengkapnya...

Dari Halal bi Halal Syawal 1430 H. Fakultas Ilmu Budaya - Adab

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 14.21 | 0 komentar »

"Tak tahu kapan tradisi ini dimulai, namun selagi tradisi ini baik maka harus terus ditumbuhkembangkan, kita tak mau mengkaji sejarah tradisi ini bermula di Fakultas Adab, "demikian yang selalu dikatakan oleh Pembantu Dekan I, Bpk. DR.H. Yufni Faisol, M.Ag. dalam setiap memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal internal Fakultas Ilmu Budaya - Adab. Biasanya acara Halal bi Halal suatu institusi pada umumnya hanya sekali saja, maka Halal bi Halal Fakultas Ilmu Budaya Adab lebih dari satu kali - bisa 7 hingga 10 kali. Biasanya acara Halal bi Halal ini dilangsungkan di rumah dosen-dosen Fakultas - secara bergiliran - dan pada jam-jam ba'da Zuhur ................ biasa, sambil makan siang. Dan, tentunya tidak mengganggu kegiatan Proses Belajar Mengajar.

Tradisi yang baik lagi "asyik dan unik" ini, di IAIN Imam Bonjol Padang, mungkin Fakultas Ilmu Budaya-Adab lah satu-satunya yang mentradisikan tradisi ini dari tahun ke tahun. Untuk Syawal tahun 1430 H./2009 M. ini, kegiatan Halal bi Halal ini di awali pada tanggal 24 September 2009 di rumah Kabag Tata Usaha Fakultas yang baru (Drs. M. Djamil), seterusnya di rumah Bapak Dekan pada tanggal 28 September 2009, dan pad hari berikutnya di rumah Pembantu Dekan II - Drs. Firdaus, M.Ag., kemudian tanggal 30 September 2009 di rumah Bpk. Drs. H. Raichul Amar, M.Pd (Ketua Jurusan IIP). Pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2009, direncanakan di rumah Bpk. Drs.H. Syafrinal dan DR.H. Saifullah SA., MA.

...selengkapnya...

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 21.15 | | 0 komentar »





...selengkapnya...