MagzNetwork

DR. H. Ahmad Shafwan Nawawi, M.Ag dalam Kenangan

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 09.19 | | 0 komentar »

Selamat Jalan ......Saudaraku!


Belum berjarak dua minggu, aku sepertinya harus menulis lagi catatan harian yang lagi-lagi bernada lirih, karena duka atas” kepergian” orang-orang yang sangat dekat denganku. Setelah Ibunda, kepergian seorang saudaraku, yang sejak lebih dari tiga puluh tahun selalu bersama, kembali mengusik ruang kesadaranku. Saudaraku itu adalah Dr. H. Ahmad Shafwan Nawawi, M. Ag dan aku memanggilnya secara akrab dengan sebutan Pak Haji. Ia dipanggil oleh Yang Maha Kuasa menghadapNya pada dini hari Rabu 20 Oktober 2010 (jam 00.10) setelah menjalani operasi tumor ginjal di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pak Haji denganku (sejak 33 tahun yang lalu) sama-sama mengayuh dalam satu biduk untuk mengemban amanah cita-cita, mengawali pendidikan tinggi sejak tahun 1977 di fakultas yang sama (Adab), dan setelah selesai menamatkan studi, di sini pulalah kami sama-sama mengawali karir sejak dari CPNS (Cados) pada tahun 1986 yang lalu. Meski kami memiliki latar pendidikan menengah yang sama, namun di sini kami memilih bidang studi yang berbeda, tapi perbedaan bidang studi itu pulalah yang terkadang membuat kami merasa selalu harus bersama. Bila pak Haji memilih studi Sastra Arab, aku memilih menekuni Sejarah dan Kebudayaan Islam.

Bagai halilintar menggelegar di tengah malam kurasakan saat aku mendengar informasi ‘kepergiannya’ yang aku terima beberapa menit setelah ia dinyatakan berpulang ke rahmatullah di ruang perawatannya nun di Jakarta sana. Saudaraku yang beberapa waktu sebelumnya masih terlihat segar tanpa sedikitpun ada bayangan sakit yang dideritanya, ternyata telah ‘pergi’ menghadap Khaliqnya. Masih segar dalam ingatanku dialog canda kami menjelang Ramadhan 1341 yang lalu sebelum almarhum berangkat ke Australia menunaikan tugas keummatan selama bulan suci itu. Kami “menertawakan” berbagai hal ketimpangan persepsi yang terjadi di lembaga kami yang kemudian menimbulkan dilemma antara tugas keummatan atau keislaman dengan realitas administratif pendidikan oleh Negara, meski lembaga ini sesungguhnya mempunyai misi yang berorientasi keummatan dan keislaman, namun dimensi administrasi sering membuat hakikat misi itu menjadi kaku. Dialog ini terjadi sehubungan dengan proses izin Pak Haji meninggalkan tugas-tugas selama berdakwah ke Australia. Sebagai atasan administratif ada keharusan aku harus berjalan diatas aturan-aturan kaku yang terkadang bertolak belakang dengan pemikiranku. Pak Haji sangat memahami itu, namun, disinilah aku betul-betul melihat komitmen seorang Shafwan khusus dalam hal sikap keberagamaannya, “Bagiku tidak ada persoalan izin, karena yang akan kujalankan adalah misi lembaga kita juga, meski konsekuensinya saya harus diberhentikan sebagai pegawai negeri” ini dikemukakannya kepadaku setelah berbagai upaya untuk mendapatkan izin dari pihak pimpinan tertinggi lembaga kami, mengalami kebuntuan. Tema inilah yang kemudian memotivasi kami untuk terlibat dalam pembicaraan panjang sebelum Ramadhan itu. Perlu aku kemukakan, bahwa meskipun secara administratif aku adalah atasannya, namun dalam keseharian kami tetaplah sebagai teman. Jujur aku katakan bahwa sejak dulu dia banyak memberikan inspirasi terutama dalam hal sikap keberagamaanku, bahkan dalam hal ini kuakui, dia (sesungguhnya) adalah guru bagiku. Ini pulalah alasannya, kenapa dari dulu aku tidak pernah memanggilnya dengan menyebut nama tapi dengan sebutan Pak Haji, meski kami masih dalam satu generasi dan hanya terpaut beberapa tahun saja.

Meski antara aku dan Pak Haji memiliki kesamaan karir dan tujuan, namun kami pernah menempuh jalan yang berbeda. Kami miniti karir sebagai dosen fakultas Adab bersama-sama dalam bidang yang berbeda. Beberapa tahun kami pernah terpisah sebelum menyelesaikan tingkat sarjana, pak Haji menambah wawasan luar negeri (Sudan) sedangkan aku hanya memilih menuntaskan studi di fakultas Adab, namun kamipun akhirnya bersama kembali dalam menyelesaikan kesarjanaan di fakultas yang sama. Selesai pendidikan tingkat sarjana, pada tahun 1986, kamipun sama-sama membaktikan diri di dua lembaga yang dibentuk di almamater kami ; Aku memimpin Lembaga Kebudayaan Islam, sedangkan pak Haji memimpin Lembaga Bahasa dan Tarjamah pada fakultas yang sama, itupun karena perbedaan bidang yang kami tekuni masing-masing. Begitu juga selama berkarir sebagai dosen di fakultas Adab kamipun pernah memiliki interest aktifitas yang berbeda, pak Haji lebih banyak beraktifitas di bidang keagamaan dan kemasyarakatan serta beberapa waktu di dunia politik, sementara aku lebih banyak menekuni aktifitas internal lembaga saja. Aktifitas sosial keagamaannya itulah yang, menurutku, telah membentuk karakater yang begitu kuat dalam keperibadiannya. Bahkan prestasi pribadi dalam bidang ini boleh di bilang luar biasa, meski pernah (di waktu tertentu) dia hampir betul-betul “terjerumus” di dunia politik dan mengabaikan tujuan ideal pendidikannya sendiri dan bahkan nyaris mengabaikan karirnya di dunia perguruan tinggi. Tapi ini pulalah yang kemudian telah membuat aku begitu salut dari saudaraku ini. Pada saat ia “kembali” ke habitat semula, ia menyatakan padaku : “cukuplah bagi saya pengalaman dunia politik untuk proses pembelajaran, saya ambil apa yang seharusnya berguna bagi cita-cita ideal saya dalam berkomitmen pada umat”. Setelah itu, ternyata komitmen ini dia buktikan, dan secara kebetulan pula “pembelajaran” yang berguna itupun sangat mendukung cita-cita idealnya. Meskipun kemudian, kami kembali bersama dalam membaktikan diri di dunia pendidikan, namun aktifitas sosial yang dijalankannya tidak terlihat menurun, tapi justru malah makin menguat, komitmennya terhadap umat tidak makin pudar justru semakin mendapatkan bentuknya yang kokoh. Ini terbukti dari beberapa aktifitas keummatan yang dijalankannya beberapa tahun terakhir. Tanpa mengenal lelah ia membaktikan dirinya untuk pemberdayaan umat, meski dia harus membagi waktu secara ketat untuk tetap memenuhi tugas-tugas kelembagaan kami yang menjadi tugas utamanya. Ia membaktikan waktu-waktunya yang tersisa untuk berbakti pada umat. Namun sangat disayangkan pengabdiannya yang “keras” ini telah meluputkan perhatiannya pada kesehatan dirinya sendiri. Dari dulu aku mengerti betul tentang betapa kuatnya dia memegang sebuah komitmen, meski untuk itu dia harus mengorbankan kepentingannya sendiri, dia sosok pribadi yang tanpa pamrih bila itu menyangkut umat. Namun, sangat kusesali kenapa akupun luput mengingatkan dia untuk menyeimbangkan kedua interes ini dalam kehidupannya.

Kepergiannya membawa duka yang begitu dalam bagiku, dan tentunya juga, bagi banyak orang. Perasaan kehilangan seorang sosok teman dalam arti yang sesungguhnya. Banyaknya orang yang menunjukkan simpati atas kepergiannya cukup membesarkan hati, betapa temanku ini semasa hidupnya sangat berarti bagi banyak orang, namun itu belum cukup untuk mengurangi rasa duka atas kepergiannya. Sikap hidup yang dia tunjukkan telah memberi pelajaran berharga, setidaknya bagi aku sendiri. Masih banyak “dialog yang aku perlukan dengannya…..tapi ia keburu pergi menemui sang Khaliq. Selamat Jalan Saudaraku……..semoga pengabdianmu dibalasi oleh Allah dengan balasan yang setimpal, amiin !


© Irhash A. Shamad / www.sarunaimalam.blogspot.com
Photo Courtesy : Muhammad Ilham
...selengkapnya...

Wisuda I Tahun Akademik 2010/2011

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 16.35 | | 0 komentar »

Pada hari Sabtu tanggal 18 September 2010 yang lalu, Fakultas Ilmu Budaya - Adab (FIB-Adab) bersama-sama dengan fakultas-fakultas lain di lingkungan IAIN Imam Bonjol Padang kembali mewisuda lulusannya. Wisuda kali ini diselenggarakan di Teater Utama Taman Budaya Padang, karena Aula/Hall IAIN Imam Bonjol Padang tidak bisa digunakan akibat Gempa 30 September 2009 yang lalu.

Wisuda I Tahun Akademik 2010/2011 ini, FIB-Adab menyertakan 161 (seratus enam puluh satu) wisudawan-wisudawati, yang terdiri dari 8 (delapan) orang dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, 26 (dua puluh enam) dari Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam, dan 35 (tiga puluh enam) dari Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Sedangkan dari Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan sebanyak 22 (dua puluh dua) orang ,dan Program Diploma III Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi sebanyak 70 (tujuh puluh) orang (termasuk Program Rintisan Gelar D.III PAD kerjasama FIB-Adab dengan Balitbang Kementerian agama RI, sebanyak 30 orang). Dalam Wisuda kali ini FIB-Adab menelorkan wisudawan terbaik Institut, yaitu Hilda Rohima (BP.106.134) dengan IPK 3.77 yudisium Cumlaude.

Usai pelaksanaan wisuda di Taman Budaya Padang, sorenya dilaksanakan pula Inougurasi wisudawan-wisudawati Fakultas Ilmu Budaya-Adab di Aula FIB-Adab Lubuk Lintah Padang. Acara Inougurasi ini selain dihadiri oleh wisudawan-wisudawati, orang tua wisudawan, juga oleh dosen-dosen FIB-Adab sendiri.

Dalam kesempatan Inuogurasi kali ini, Dekan FIB-Adab menyerahkan bingkisan kepada wisudawan-wisudawati terbaik Fakultas dari setiap jurusan, antara lain : Jamal Mirdad (106.111) dari jurusan SKI, Dewi Mayanti Siregar (106.097) dari jurusan BSA, Hilda Rohima (106.134) dari jurusan BSI, Risna (108.208) dari jurusan IIP, dan Yulimiarti (607.064) dari program D.3 PAD

Dalam sambutannya pada acara inougurasi ini Dekan Drs. Irhash A. Shamad , M. Hum, mengemukakan bahwa wisuda sebagai bagian dari prosesi akademik, tidak hanya untuk menganugerahkan gelar kesarjanaan kepada lulusan yang dianggap telah memenuhi persyaratan akademik, akan tetapi sebuah pengakuan terhadap satu tahap proses pendewasaan intelaktualitas dari perguruan tinggi. Akan tetapi, menurutnya, yang perlu diingat adalah bahwa pengakuan intelektualitas seseorang yang sesungguhnya adalah dari masyarakat dan dunia kerja. Ia mengharapkan kepada semua lulusan yang telah diwisuda seyogianya harus selalu memiliki karakter intelektualitas itu, yaitu sebagai sarjana yang beriman dan bertaqwa, kritis, kreatif, inovatif, serta cinta ilmu dalam kondisi dan situasi apapun, demikian Dekan.
...selengkapnya...

Halal bi Halal Keluarga FIB-Adab 2010

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 19.05 | | 0 komentar »


Bertempat di Aula FIB-Adab IAIN IB Lubuk Lintah pada hari Kamis 16 September 2010 telah dilaksanakan acara Halal bi Halal Keluarga Besar Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang. Acara Halal bi Halal kali ini, berbeda dari tahun-tahun lalu yang ditradisikan pada fakultas ini yaitu dengan melaksanakan kunjungan rumah ke rumah secara bergantian, namun karena berbagai kesibukan yang padat sehabis lebaran tahun ini, maka kegiatan kunjungan itu diganti dengan pertemuan silaturrahmi seperti ini, demikian dikemukakan oleh panitia pelaksana.

Hadir dalam acara halal bi halal ini, selain keluarga besar FIB-Adab, juga oleh Rektor IAIN Imam Bonjol yang diwakili oleh Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan Prof. Dr. H. Salmadanis, Kepala Biro AUAK Drs. H. Amrul Wahdi, MM, serta beberapa mantan Dekan yaitu antara lain. DR. H. Nukman, Dr. H. Saifullah, SA, MA dan Drs. Yulizal Yunus, M. Si. Acara ini diisi dengan taushiah yang diberikan oleh Drs. H. Syamsir Roust, MA, dosen/mantan Pembantu Dekan I FIB-Adab.

Dekan FIB-Adab Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum., dalam sambutan halal bi halal kali ini mengemukakan bahwa tradisi halal bi halal seyogianya perlu dimaknai dalam terminologi budaya, karena tradisi Halal bi Halal, (dan bukan 'Open House' sebagai yang di trendkan saat ini), betul-betul terlahir dari masyarakat muslim Indonesia dan tidak ada negara manapun memiliki tradisi ini, bahkan juga di negara-negara Islam lainnya. kata halal bi halal, meski tersusun dari kata-kata Arab, akan tetapi terminologi ini tidak ada dalam bahasa Arab sendiri. Namun menurutnya, tradisi halal bi halal ini selayaknya perlu dilestarikan, karena banyak nilai-nilai positif yang terdapat pada tradisi ini dalam memperbaiki silaturrahmi antar umat, bahkan ini sangat dianjurkan oleh ajaran Islam sendiri dalam rangka menyempurnakan ibadah Ramadhan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Selain itu Dekan juga menyampaikan selamat Idul Fitri 1431 H dengan permohonan maaf lahir dan bathin kepada semua pihak, atas semua kesalahan dan kekhilafan dalam interaksi yang terjadi selama ini, baik secara pribadi, keluarga, maupun secara kedinasan sebagai pimpinan FIB-Adab.

Sementara itu Drs. Syamsir Roust dalam tashiyahnya mengemukakan nilai-nilai Islam dalam tata pergaulan yang perlu lebih ditingkatkan secara terus menerus, bahkan tidak hanya ketika lebaran saja. Dalam lingkungan internal sebuah institusi, hal ini tentu akan mendorong peningkatan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan institusi itu sendiri. Taushiyah yang disampaikan dengan penuh canda dan homor ini telah menyemarakkan suasana halal bi halal kali ini.
...selengkapnya...

Selamat Datang Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Budaya - Adab

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 09.29 | | 0 komentar »

Untuk Tahun Akademik 2010/2011, sebanyak 218 orang mahasiswa baru bergabung dengan Fakultas Ilmu Budaya - Adab IAIN Imam Bonjol Padang. Mahasiswa baru ini tersebar pada beberapa Jurusan dan Program Studi di Fakultas Ilmu Budaya - Adab. 218 orang tersebut terdiri dari 19 orang pada jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), 11 orang pada Program Khusus Bahasa dan Sastra (PKBSA) Arab dan 47 orang di Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI). Sementara itu, mahasiswa baru Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) berjumlah 31 orang, Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) 77 orang, dan terakhir Program Studi Diploma III Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi berjumlah 33 orang.


Dari tanggal 2 hingga 6 Agustus 2010, seluruh mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya - Adab IAIN Imam Bonjol Padang ini bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa baru Jurusan-Jurusan lain di lingkungan IAIN Imam Bonjol Padang mengikuti Orientasi Pengenalan Kampus (OPAK) IAIN Imam Bonjol Padang Tahun Akademik 2010/2011. Selamat datang dan selamat bergabung !
...selengkapnya...

Praktikum Pengamatan Budaya

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 14.48 | | 0 komentar »

Untuk memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa serta meningkatkan sensitifitas mahasiswa terhadap fenomena sosial budaya di tengah-tengah masyarakat, Fakultas Ilmu Budaya - Adab IAIN Imam Bonjol Padang melaksanakan Praktikum Pengamatan Budaya. Kegiatan yang sempat terundur beberapa minggu ini, diikuti oleh 113 orang mahasiswa mahasiswa semester empat Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.

Praktikum dilaksanakan selama dua hari (tanggalo 3 - 4 Juli 2010) di beberapa lokasi yang diasumsikan masih "kental" nilai-nilai adat keminangkabauan dalam interaksi sehari-hari. Lokasi-lokasi tersebut yaitu : Gunuang Sariak, Pasa Lalang, Guo dan Kapalo Koto (Kecamatan Kuranji), Alai, Gunuang Nago, Pasar Baru, Sungai Balang (Kecamatan Pauh) dan Bandar Buat, Koto Lalang, Tarantang dan Baringin (Kecamatan Lubuk Kilangan). Praktikum berjalan dengan baik, mendapat sambutan positif dari masyarakat dan stake holder.
...selengkapnya...

Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 16.18 | 0 komentar »

Untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan (enterpreneurship) mahasiswa, Fakultas Ilmu Budaya - Adab IAIN Imam Bonjol Padang melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan Mahasiswa. Pelatihan yang diikuti oleh 27 orang (perwakilan) mahasiswa ini, dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Juni 2010 yang lalu. Dalam pelatihan ini, pemateri berasal dari praktisi, stake holder dan kalangan dosen yang concern dengan dunia usaha dan kewirausahaan. Diantara pemateri yang memberikan materi-materi kewirausahaan, antara lain Direktur BPD Sumatera Barat, kalangan dosen, praktisi dunia usaha dan pemateri dari Dinas Perdagangan Sumatera Barat.


...selengkapnya...

Praktikum Pengamatan Budaya 2010

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 18.43 | | 0 komentar »

Fakultas Ilmu Budaya - Adab IAIN Imam Bonjol Padang, untuk kali pertama melaksanakan Praktikum Pengamatan Budaya. Praktikum Pengamatan Budaya ini merupakan penambahan bobot praktis kompetensi budaya sebagai penciri lulusan Fakultas Ilmu Budaya. Praktikum ini diikuti mahasiswa semester IV (empat) Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Bahasa dan Sastra Inggris dan Sejarah Kebudayaan Islam. Pada prinsipnya, praktikum ini bertujuan untuk memberikan lapangan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan aplikasi bidang keilmuan, terutama untuk merangsang tumbuhnya sensibilitas dan responsibilitas terhadap persoalan-persoalan budaya (Islam) yang aktual ditengah-tengah masyarakat. Diharapkan akan bermanfaat untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan mengamati dan memberikan kontribusi keilmuan terhadap persoalan-persoalan budaya masyarakat setelah mereka menamatkan studi.

Untuk tahun 2010 ini yang merupakan kali pertama, Praktikum Pengamatan Budaya dilaksanakan pada tanggal 12 s/d 13 Juni 2010 dengan terlebih dahulu mengikuti pembekalan pada tanggal 23 Mei 2010. Objek praktikum difokuskan pada daerah-daerah yang diasumsikan masih kental menggunakan tradisi kultural (Islam) Minangkabau yaitu di Kecamatan Kuranji (Gunuang Sariak, Pasa Lalang dan Guo), Kecamatan Lubuk Kilangan (Bandar Buat, Koto Lalang, Tarantang dan Baringin), Kecamatan Pauh (Kapalo Koto, Alai, Gunuang Nago, Pasa Baru dan Sungai Balang) serta Kecamatan Koto Tangah (Balai Gadang dan Koto Panjang Paseban).
...selengkapnya...

Praktikum Multimedia Tahun 2010

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 16.28 | | 0 komentar »

Mengingat betapa pentingnya pemanfaatan teknologi bagi dunia pendidikan dan peningkatan skill mahasiswa, Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang menjadikan materi multimedia sebagai mata kuliah Praktikum untuk mahasiswa Semester II seluruh Jurusan. Praktikum multimedia pertama sekali diselenggarakan pada bulan Maret 2009 bagi mahasiswa angkatan 2008/2009. Untuk Semester II Tahun Akademik 2009/2010 ini, Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang, kembali menyelenggarakan Praktikum Multimedia. Praktikum ini dimulai pada pada Minggu ke-3 Maret 2010. Menurut Ketua Labor Multimedia, H. Rifki Abror Ananda, M.Ag, Praktikum multimedia yang merupakan mata kuliah (wajib) non-Sks ini diikuti oleh 211 (dua ratus sebelas) orang mahasiswa dari seluruh Jurusan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya-Adab.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Padang, Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum mengatakan bahwa sistem pendidikan dewasa ini telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Berbagai cara telah ditempuh guna meningkatkan mutu pendidikan dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sejak beberapa tahun belakangan ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak digunakan dalam proses belajar mengajar, dengan tujuan mutu pendidikan akan selangkah lebih maju seiring dengan kemajuan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi multimedia telah memberikan potensi yang cukup besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, untuk menyesuaikan informasi dan sebagainya. Multimedia juga memberikan peluang bagi dosen untuk mengembangkan teknik pembelajaran sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Demikian juga bagi mahasiswa, dengan multi media diharapkan mereka akan lebih mudah untuk menerima dan menerapkan ilmu yang telah diterima secara cepat dan efisien. Dalam konteks ini, praktikum multimedia menjadi sesuatu yang strategis dan terus ditumbuhkembangkan kualitas-nya PBM-nya kedepan, demikian Dekan.
...selengkapnya...

Pemutaran Film Dokumenter dan Diskusi "Tan Malaka"

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 16.07 | 0 komentar »


Rabu, 14 April 2010, bertempat di Aula Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, diadakan pemutaran Film "Selopanggung" karya Devy Kurnia Alamsyah (alumni Institut Kesenian Jakarta). Pemutaran film yang menceritakan dokumentasi kehidupan "aktor sejarah" besar Indonesia yang berasal dari Minangkabau - Ibrahim Dt. Tan Malaka atau biasa dikenal dalam sejarah dengan Tan Malaka - merupakan rangkaian dari Road Show Pemutaran Film Selopanggung. Di Sumatera Barat, IAIN Imam Bonjol Padang - melalui UKM Teater IAIN Imam Bonjol Padang - dipilih sebagai tempat persinggahan terakhir dari Road Show ini. Film berdurasi 30 menit dan Diskusi ini diikuti dengan antusias oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Sumatera Barat. Lebih dari 800 orang memenuhi aula Fakultas Adab bahkan banyak yang berdiri di luar aula.

Pemutaran film ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi ilmiah tentang biografi dan analisis historis jejak Tan Malaka. Bertindak sebagai narasumber, yaitu Prof. DR. Zulhasri Nasir (Universitas Indonesia), Devy Kurnia Alamsyah (Sutradara), Prof.DR. Mestika Zed, MA (UNP), Muhammad Ilham (Dosen IAIN) dan Muhammad Natsir (Pusat Kajian Magistra) yang dimoderatori oleh Welfemi Zimra (Sastrawan Sumatera Barat). Acara ini diliput oleh berbagai media cetak, termasuk TVRI Sumatera Barat. Setelah diskusi berakhir pada pukul 12.45 WIB., selanjutnya Devy Kurnia Alamsyah bersama-sama dengan Prof. DR. Zulhasri Nasir dan perwakilan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Sumatera Barat melakukan orasi di Jalan Tan Malaka samping RRI Padang dan selanjutnya memancangkan Plank-Merk Jalan Tan Malaka.

...selengkapnya...

Padang 29 Maret, 58 orang lulusan Fakultas Ilmu Budaya-Adab hari ini dikukuhkan oleh Rektor IAIN Imam Bonjol Padang sebagai sarjana dalam acara wisuda di gedung serbaguna PT Semen Padang bersama 470 orang wisudawan IAIN Imam Bonjol lainnya. Usai acara wisuda dilanjutkan dengan inougurasi wisudawan dan wisudawati FIB-Adab bertempat di Aula gedung D FIB-Adab kampus Lubuk Lintah Padang. Inougurasi wisudawan yang sudah menjadi tradisi ini ditujukan untuk silaturahmi antara civitas akademika fakultas dengan wisudawan bersama orang tua masing-masing.

Kesempatan inougurasi ini, Dekan FIB-A memberikan penghargaan terhadap wisudawan/ti terbaik fakultas, yaitu antara lain : Mela Yunanda dari jurusan Bahasa dan sastra Arab, Siti Zahara dari jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam, Mukminin dari jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Amirudin dari Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan serta Riki Wahyudi dari Program Studi Diploma III PAD. Pemberian penghargaan terhadap wisudawan terbaik fakultas ini adalah bentuk apresiasi fakultas terhadap lulusannya yang berprestasi unggul di setiap jurusan yang ada, demikian dikemukakan oleh Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan Dr. Firdaus, M. Ag. Dikemukakan juga bahwa pada wisuda kali ini, alhamdulillah FIB-Adab berhasil sekali lagi menelorkan lulusan terbaik tingkat Institut dengan nilai tertinggi yaitu : Mela Yunanda (jur. BSA) dengan IP 3.85 prediket yudisium Cumlaude, demikian ditambahkan oleh Drs. Firdaus M. Ag. Pembantu Dekan bidang Administrasi Umum FIB-Adab.

Dekan FIB-Adab Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum dalam sambutan inuogurasinya mengemukakan bahwa Fakultas Ilmu Budaya-Adab sebagai fakultas dengan visi keilmuan budaya perspektif Islam melahirkan lulusan yang diharapkan berperan dalam masyarakat terutama dalam rangka mengantisipasi perubahan-perubahan budaya global yang telah merambah ke dalam aspek kehidupan masyarakat. Perubahan-perubahan mana, disadari atau tidak, ternyata telah banyak mempengaruhi tatanan ideasional masyarakat serta nilai-nilai keagamaan yang dianut. Selain itu, Dekan juga mengemukakan bahwa lulusan FIB-Adab dari jurusan apapun, setelah kembali ke masyarakat, akan memiliki identitas yang sama di mata masyarakat, yaitu sarjana IAIN sebagai perguruan tinggi agama Islam. Oleh karena itu kepada semua sarjana FIB-Adab diharapkan menunjukkan dan menjaga identitas sebagai intelektual muslim dengan segala tuntutan yang menyertainya di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kesempatan inougurasi yang dimeriahkan dengan penampilan tari persembahan oleh sanggar tari Artefaco (Sanggar Tari FIB-Adab IAIN Imam Bonjol Padang) ini, semua lulusan secara resmi diserahkan kepada Keluarga Alumni Fakultas Adab (KAFA) yang diterima oleh Ketua KAFA, Dr. H. Ahmad Shafwan Nawawi, M. Ag.


...selengkapnya...