MagzNetwork

Kutipan dari Amanat yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab selaku Pembina Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-101 di lapangan Parkir Kampus IAIN Imam Bonjol, Lubuk Lintah Padang, tanggal 20 Mei 2009
Pada peringatan hari kebangkitan nasional kali ini, kita telah memasuki tahun pertama awal abad kedua sejak pertama kali gagasan kebangkitan nasional dijadikan komitmen kebangsaan. Terlepas dari perbedaan pendapat tentang kapan persisnya hari kebangkitan itu harusnya diperingati, yang jelas kita tetap meyakini bahwa nilai-nilai kebangkitan nasional itu selalu relevan untuk menjiwai perjalanan sejarah bangsa ini, dalam rangka memapankan eksistensi dan kemandiriannya sebagai bangsa yang berdaulat, sebagai bangsa yang mampu berdiri di kaki sendiri, bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain serta terbebas dari penguasaan dan campur tangan bangsa asing.

Masa seratus tahun adalah masa yang cukup untuk pendewasaan sebuah bangsa, masa dimana rangkaian perjuangan bangsa telah terjalin dengan berbagai suka duka pengalaman sejarah masanya masing-masing. Akan tetapi masa seratus tahun, sekaligus juga sering dijadikan sebagai penanda perubahan besar sejarah, masa yang juga cukup untuk melahirkan berbagai perubahan paradigma dan tantangan-tantangan baru.

Bila seratus tahun yang lalu kita dihadapkan dengan tantangan penguasaan fisik, maka awal abad ini paradigma tantangan itu beralih ke penguasaan kultural. Akselerasi kemajuan teknologi informasi yang terjadi semenjak peralihan millenium ini, telah menawarkan berbagai kemudahan dalam hampir semua aspek kehidupan, namun sekaligus juga, telah membawa tantangan-tantangan baru bagi nilai-nilai kemandirian dan jati diri bangsa. Arus informasi dari berbagai penjuru dunia mengalir deras tanpa hambatan, meresap dan mengintervensi area budaya kita, yang dengan itu, kita semakin mudah terjerat dalam pusaran peradaban dunia yang arahnya semakin tidak menentu.

Peringatan kebangkitan nasional kita yang memasuki usia dimana perubahan paradigma itu sedang berlangsung, menuntut semua elemen bangsa ini harus memperkuat komitmen kebangsaan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kesadaran sebagai sebuah bangsa yang mandiri yang pernah digagaskan sejak 100 tahun yang lalu, seyogianya pada hari ini telah memperoleh kematangan seiring dengan perjalanan sejarah bangsa ini. 50 tahun pertama, bangsa ini mampu untuk terbebas dari penindasan asing, 50 tahun kedua kita mencoba untuk berdiri di atas kaki sendiri dengan segala pengalaman yang menyertainya, kita memasuki 50 tahun ketiga atau awal abad kedua sebagai starting point dimana kita seyogianya harus sudah memiliki paradigma yang jelas tentang arti kemandirian sebagai sebuah bangsa, kita harus betul-betul siap dan dewasa untuk menghadapi tantangan perubahan dunia yang berlangsung cepat itu dengan keteguhan komitmen, semangat kemandirian dan kebersatuan dalam rangka mengantisipasi segala bentuk penguasaan asing, untuk kemudian dapat menentukan masa depan kita sendiri.

Kemandirian sebuah bangsa berarti kepercayaan diri sendiri untuk menentukan pilihan-pilihan kehidupan berbangsa, kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu berdasarkan pilihan itu, serta menerima segala konsekuensi dari apa yang dilakukan itu. Dengan kemandirian, bangsa ini tidak akan mudah terombang ambing, bangsa ini tidak mudah dikendalikan, tidak mudah diprovokasi dan dininabobokkan, bangsa yang akan selalu memiliki wilayah otoritasi yang kuat, baik pada aspek politik, ekonomi, sosial budaya, maupun jati diri bangsa yang berakar dari keperibadian bangsa sendiri.

Adalah sangat kebetulan, di tahun pertama abad kedua kebangkitan nasional ini, kita sedang melaksanakan amanat konstitusi UUD 1945, yaitu pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat, dan segera setelah itu akan dilaksanakan pula pemilihan presiden dan wakil presiden. Momentum suksesi kepemimpinan nasional yang dilaksanakan seiring langkah pertama abad kedua kebangkitan nasional ini menjadi strategis, ketika kita dapat merumuskan ulang komitmen kita sebagai bangsa yang mandiri, dan dapat menentukan masa depan kita sendiri, tanpa diintervensi oleh pihak asing. Melalui mekanisme suksesi kepemimpinan nasional ini, kita akan menentukan masa depan bangsa untuk setidaknya lima tahun ke depan. Oleh karena itu, adalah menjadi kewajiban kita untuk mensukseskan kedua pemilihan ini dengan menggunakan hak pilih kita masing-masing. Kita secara bersama akan melakukan pilihan hidup kebangsaan dengan menentukan sosok kepemimpinan bangsa yang akan mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan mandiri. Semoga rahmat Allah akan selalu menyertai kita semua, amin.


© Irhash A. Shamad 200509

...selengkapnya...

Serah Terima Jabatan Kasubag Umum Fakultas Ilmu Budaya-Adab

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 15.11 | | 0 komentar »

Padang (20 Mei 2009). Hari Senin, 17 Mei 2009 yang lalu, bertempat di Ruang Sidang Fakultas dilakukan acara serah terima jabatan Kasubag Umum Fakultas Adab dari Aryanaldi, SE dengan Arfita Yessie, SE. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab - Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum - mengatakan bahwa acara ini merupakan refleksi-normatif dari pepatah Minangkabau "datang nampak muko, pai nampak punggung". Selanjutnya, Aryanaldi, SE yang selama ini dikenal supel, cekatan dan familiar ini dipromosikan menjadi Kabag Keuangan IAIN Imam Bonjol Padang. "Walaupun ada rasa berat melepaskan Saudara Aryanaldi dari Fakultas Adab ini, namun kita juga merasa bergembira bahwa Saudara Aryanaldi justru dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi di tingkat Institut", dan dengan dipromosikannya saudara Aryanaldi menjadi Kabag Keuangan, maka sudah tiga orang Kabag Keuangan Institut yang "didatangkan"dari Fakultas Adab, yaitu berturut-turut Drs. Zukarnaini, Muryanif Nurdin, dan Aryanaldi SE. Mudah-mudahan dengan itu, akan berimplikasi positif terhadap fakultas Adab sendiri, demikian Dekan mengharapkan.

Sementara itu, penggantinya Saudari Arfita Yessie, SE yang akan menggantikan posisi jabatan yang ditinggalkan oleh Aryanaldi, SE, merupakan sosok yang tidak asing bagi keluarga besar Fakultas Adab, karena selama ini beliau berkiprah di Bagian Keuangan Institut dan kapasitas serta kapabilitas beliau tidak diragukan lagi. Di akhir acara serah terima, di sela-sela percakapan lepas di ruangan Bagian Umum, saudara Aryanaldi memberikan kesan-personal kepada Saudari Arfita Yessie, "Kebersamaan yang kuat, itu yang selama ini saya rasakan selama dua tahun di Fakultas Adab ini", demikian kata laki-laki yang kesehariannya di panggil dengan "Al" ini. Ya, disinilah kekuatan Fakultas Adab selama ini. Selamat berjuang dan bekerja saudara kami Aryalnaldi di tempat dan posisi anda yang baru, mudah-mudahan silaturrahmi diantara kita tetap terjalin. Selamat datang Saudara kami Arfita Yessie, Selamat datang di kampus yang kecil tapi indah" ini.

...selengkapnya...

Pelantikan Pengurus Senat Mahasiswa Periode 2009/2010

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 14.35 | | 0 komentar »

Padang, (6 Mei 2009). Bertempat di Aula Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, tanggal 6 Mei 2009 yang lalu, Dekan Fakultas Adab melantik Kepengurusan baru Senat Mahasiswa Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang Periode 2009/2010. Senat Mahasiswa Periode 2009/2010 ini dipimpin oleh Saudara Al-Amin (mahasiswa jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Angkatan 2006) menggantikan kepengurusan Senat Mahasiswa 2008/2009 yang dipimpin Nuriyadi (mahasiswajurusan Bahasa dan Sastra Inggris Angkatan 2005).

Dalam sambutannya, Dekan mengharapkan agar kepengurusan baru Senat Mahasiswa ini dapat lebih meningkatkan aktifitas dan kreatifitas kemahasiswaan di Fakultas Adab, serta dapat mendorong terciptanya sinergitas antara kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dengan kegiatan akademik keilmuan di fakultas ini dalam rangka menciptakan iklim kampus yang kondusif sebagai wadah pelahiran intelectual-leader masa depan. Hadir dalam pelantikan ini antara lain Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (DR. Firdaus, M.Ag) dan Ketua Prodi Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (Drs. Zulkarnaini, M.Ag).


...selengkapnya...

Padang (6 April 2009). Hari ini, Dekan Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum, atas nama Rektor IAIN Imam Bonjol Padang melantik Ketua dan Sekretaris jurusan di lingkungan fakultas Adab, masing-masing Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI), Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) serta ketua dan sekretaris Labor Bahasa dan Labor Multimedia. Diantara pejabat yang dilantik itu masing-masing Ketua dan Sekretaris Jurusan BSA : DR.H. Ahmad Shafwan Nawawi, M.Ag – Drs. Wartiman, MA, Jurusan SKI : Dra. Sismarni, M.Pd – Muhammad Ilham, S.Ag., S.Sos, Jurusan BSI : Suci Humairah, MA – sedangkan sekretaris jurusan BSI sudah dilantik beberapa waktu yang lalu yaitu : Haryudi Nizar, M.Pd. Ketua-ketua Labor yang dilantik yaitu : Ketua dan Sekretaris Labor Bahasa : Drs. Ahmad Busyrowi, MA – Nofel Nofiandri, SS), dan Labor Multimedia : H. Rifki A. Ananda, M.Ag – Arwendria, S.Sos., M.Si.

Dekan Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang dalam sambutannya mengatakan bahwa mulai tahun ini, kegiatan-kegiatan pengembangan akademik lebih banyak terkonsentrasi di jurusan-jurusan, sehingga menuntut kita untuk bekerja lebih keras lagi. Penerbitan jurnal di setiap jurusan, penelitian Research and Development jurusan, penyempurnaan kurikulum, serta diskusi-diskusi ilmiah dosen dan beberapa kegiatan-kegiatan lainnya, menuntut jurusan untuk selalu “fight”, memiliki komitmen yang kuat serta kerjasama yang kompak. Lebih lanjut, Dekan mengatakan bahwa awal tahun 2009 ini, semua aktifitas Fakultas sudah dipublikasikan secara luas di dunia maya dengan harapan akan lebih membuka mata masyarakat tentang fakultas ini sekaligus publikasi keilmuan secara luas. Halaman-halaman web fakultas Adab beserta kelembagaannya secara umum sudah tersedia secara rutin, dan untuk beberapa sudah terisi dengan content-content yang relevan dengan keilmuan yang dikembangkan. Diharapkan beberapa waktu mendatang, semua dosen mau dan mampu untuk meluaskan publikasi karya-karya keilmuannya di jaringan ini.

Menutup sambutannya, Dekan mengharapkan bahwa dengan pergantian kepemimpinan jurusan dan laboratorium yang dilaksanakan pada hari ini, diharapkan akan lebih berarti bila dimaknai sebagai wujud kebersaman, bukan dalam arti bahwa yang digantikan dan yang menggantikan adalah dua pihak disilangkan dalam posisi terbalik, namun pada prinsipnya sama-sama berada dalam lingkaran tanggung jawab bersama untuk sebuah komitmen bagi kemajuan fakultas pada masa-masa yang akan datang.
...selengkapnya...

Praktikum Multimedia

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 14.32 | , | 0 komentar »

Sistem pendidikan dewasa ini telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Berbagai cara telah ditempuh guna meningkatkan mutu pendidikan dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sejak beberapa tahun belakangan ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak digunakan dalam proses belajar mengajar, dengan tujuan mutu pendidikan akan selangkah lebih maju seiring dengan kemajuan teknologi tersebut. Perkembangan teknologi multimedia telah memberikan potensi yang cukup besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, untuk menyesuaikan informasi dan sebagainya. Multimedia juga memberikan peluang bagi dosen untuk mengembangkan teknik pembelajaran sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Demikian juga bagi mahasiswa, dengan multi media diharapkan mereka akan lebih mudah untuk menerima dan menerapkan ilmu yang telah diterima secara cepat dan efisien.
Sumber ilmu tidak lagi terfokus pada teks dari buku semata-mata tetapi cakupannya lebih luas dari itu. Melihat betapa pentingnya pemanfaatan teknologi bagi dunia pendidikan, Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang menjadikan materi Multimedia sebagai mata kuliah Praktikum untuk mahasiswa Semester II seluruh Jurusan. Untuk Tahun Akademik 2009/2010 ini, Praktikum Multi Media pada Fakultas Adab telah dimulai sejak pertengahan Maret 2009 yang lalu.


...selengkapnya...

Kuliah Umum dengan Prof (Emeritus) C.W. (Bill) Watson

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 13.17 | | 1 komentar »

Padang, (3 April 2009). Fakultas Adab mendapat kunjungan Prof. C.W. Watson, Emeritus Professor of Social Anthropology and Multi-cultural Studies, Head of Department and Convenor of the BA in Social Anthropology pada Kent University, United Kingdom. Professor yang biasa dipanggil "Bill" ini, berkesempatan memberikan kuliah umum tentang :"Analisis Autobiografi untuk penulisan Sastra dan Sejarah". Dengan suguhan kuliah yang sangat menarik, energik bahkan terkesan Talk Show, paparan Prof. Bill sungguh mendapat sambutan luar biasa dari kalangan dosen dan mahasiswa. Kuliah umum dimulai pukul 10.00 WIB hingga azan Zuhur ini, dihadiri sekitar 100 orang mahasiswa dan dosen (bahkan banyak yang berdiri di luar aula).
Dengan dipandu oleh Muhammad Ilham (dosen Sejarah dan Kebudayaan Islam), paparan Professor yang menghabiskan waktu produktifnya untuk meneliti "komunitas Kerinci" bahkan beristrikan orang Kerinci ini, Professor Bill memberikan sesuatu yang "baru" dan "fresh" tentang pendekatan autobiografi dalam penelitian sejarah dan sastra. Dengan mengambil beberapa kasus autobiografi dalam penulisan sejarah dan sastra Islam Nusantara, Professor Bill ingin menekankan bahwa unsur subjektifitasdalam penulisan autobiografi justru menjadi sesuatu yang diharuskan sehingga autobiografi tersebut menjadi menarik. Pertanyaan yang justru timbul adalah bisakah autobiografi yang subjektif itu jadi data dalam penelitian ? Bill mengatakan, "justru dalam autobiografi tersebut akan terefleksi kejujuran seorang "Aku" dalam menulis riwayat hidupnya. Anthropolgy dan Self and Nation ini memperkenalkan dirinya lebih lanjut, say most of my research relates to Indonesia, Malaysia. I have lived in both countries for several years and speak the language of the countries fluently. Among the subjects in which I have an especial interest are: multiculturalism, the practice and politics of Islam in South-East Asia, perceptions of gender, local village politics and textual criticism. I also have a long-standing interest in the relationship between anthropology and literature and have written extensively on Malay and Indonesian novels.
...selengkapnya...

PadangKini.com, (3 April 2009). Dibukanya program S1 Jurusan Informasi Perpustakaan (IIP) di Fakultas Adab, IAIN Imam Bonjol Padang kian melebarkan sayapnya di dunia akademis untuk meningkatkan intelektualitas di kalangan Perguruan Tinggi (PT). Jurusan IP merupakan program S1 satu-satunya di Sumatera Barat yang dibuka pada 3 Agustust 2007 dan mulai aktif kuliah April 2008. Hingga kini sudah hampir satu tahun berjalan proses belajar-mengajarnya di IAIN IB. Jurusan baru ini tereasisasikan berkat kerjasama antara Dekan Fakultas Adab saat itu, Drs. Yulizal Yunus dengan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Drs. Seganda Prayitno, M.M, dan Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Universitas Padjajaran, Bandung (UNPAD) Prof. Dr. Usman Hardi.

Angkatan pertama jurusan baru ini 88 orang dari alumni Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (PAD) D III IAIN Imam Bonjol. Angkatan kedua 49 orang, dari IAIN 28 orang dan UNP 21 orang dengan jalur masuk melalui transfer D III Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (PAD) IAIN IB dan transfer D III Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (PAD) UNP. Berbeda dari sebelumnya, proses perkuliahan menggunakan sistem cawu (4 bulan), silabus mata kuliah pun disamakan dengan UI, UIN, dan UNPAD. Jurusan IP ini belum menerima mahasiswa baru melalui jalur test atau PMDK karena izin Dirjen Depag dan Dikti masih dalam proses. "Insya Allah dalam penerimaan mahasiswa baru tahun depan akan terwujud," kata Irhas A Shamad, Dekan Fakultas Adab kepada PadangKini.com.

Fakultas Adab menberikan warna baru kepada akademis IAIN IB dengan memberikan fasilitas untuk melancarkan dan mendukung proses pembelajaran dan tenaga pengajar yang benar-benar ahli dan priofesional di bidangnya masing-masing. Dengan tenaga pengajar dari IAIN IB sendiri sebanyak 9 orang dan 11 orang dari UNPAD Fakultas menyediakan labor komputer yang langsung terhubung dengan akses internet secara online. Jurusan IIP ini akan melahirkan para pustakawan profesional. "Saat ini sudah 7 orang mahasiswa yang mendaftar seminar proposal dan insya Allah Agustus mendatang akan menjadi wisudawan perdana," tutur Sekretaris Jurusan PAD Drs. Gusnar Zain, M.Ag.

...selengkapnya...

Sastrawan Nasional Dalam Kuliah Umum Fakultas Adab

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 12.12 | | 0 komentar »

Padang, 11 Maret 1009. Memasuki Perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2008/2009, Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang mengadakan Kuliah Umum. Sastrawan Nasional yang juga Dosen Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang, DR. Haris Efendi Thahar membentangkan tentang "Islam dan Sastra Modern di Indonesia". Kuliah Umum yang diselenggarakan pada tanggal 11 Maret 2009 ini dihadiri sekitar 75 orang yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan karyawan.

Dalam sambutannya, Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum (Dekan Fakultas Adab) mengatakan bahwa topik tentang Islam dan Sastra di Indonesia ini dijadikan sebagai pilihan topik Kuliah Umum kali ini, pada prinsipnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan epistemologis mengenai : "Apakah karya sastra yang sangat imajinatif tersebut bisa dijadikan sebagai sumber atau data sejarah?". Kuliah umum yang dipandu oleh Muhammad Ilham (Dosen Sejarah dan Kebudayan Islam) ini berjalan dengan baik, diskusi cukup hangat dan terkesan sangat santai namun akademik. Di akhir diskusi, DR. Haris Effendi Thahar yang banyak memenangi Award Bidang Sastra baik skala nasional maupun internasional ini menekankan bahwa Karya Sastra, walaupun imajinatif, bisa dijadikan sebagai sumber sejarah -- minimal untuk melihat zeitgeist suatu event-history.



...selengkapnya...

Fakultas Adab Kembali Lahirkan Sarjana

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 11.45 | | 1 komentar »

Padang, 28 Februari 2009. Fakultas Adab kembali mewisuda 19 (sembilan belas) orang sarjana dari jurusan BSA (Bahasa dan Sastra Arab), jurusan SKI (Sejarah dan Kebudayaan Islam), BSI (Bahsa dan Sastra Inggris) dan Diploma III PAD. Jumlah Wisudawan/ti Angkatan Pertama Tahun Akademik 2009/2010 ini tidak begitu banyak karena sudah menjadi kelaziman, biasanya wisuda angkatan pertama dalam setiap tahun akademik, kuantitas wisudawan/ti tidak sebanyak wisudawan/ti angkatan kedua yang biasanya berjumlah sekitar 100 orang.

Walaupun Fakultas Adab termasuk Fakultas yang sedikit melahirkan sarjana pada wisuda angkatan pertama tahun akademik 2009/2010 ini (disamping Fakultas Ushuluddin dan Dakwah), namun Fakultas Adab merasa bangga karena wisudawan terbaik dari yang terbaik tingkat IAIN Imam Bonjol Padang berasal dari Fakultas Adab(Nelly Indrayani dari Jurusan Sejarah dan Kebudayan Islam : Foto samping kanan). Dalam sambutan waktu Inaugurasi Wisudawan/ti Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, Dekan Fakultas Adab, Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum. tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. "Sudah lama Fakultas Adab tidak melahirkan wisudawan/ti terbaik tingkat IAIN Imam Bonjol Padang, maka dalam wisuda kali ini, walau jumlah wisudawan/ti kita sedikit, kita telah mampu memperlihatkan bahwa wisudawan/ti Fakultas Adab sangat berkualitas", cetus Dekan yang juga dikenal sebagai kaligrafer nasional ini.


...selengkapnya...

Kesempatan yang disediakan untuk menyampaikan visi, misi dan program fakultas Adab empat tahun ke depan ini merupakan keharusan aturan yang berlaku. Kesempatan ini akan saya gunakan untuk menyampaikan beberapa pokok pikiran yang lebih pada tendensi usul perbaikan dan penguatan fakultas yang sangat mungkin dan harus diterapkan pada priode mendatang dengan mempertimbangkan apa yang sudah dicapai selama ini serta tuntutan laju perkembangan pendidikan tinggi yang akan datang. Karena itu poin-poin misi yang akan dikemukakan ini berpijak pada kelemahan dan kekuatan yang dimiliki serta faktor-faktor kondisional yang sudah dicapai pada kepemimpinan yang lalu serta pertimbangan analitis terhadap kondisi-kondisi obyektif masa kini dan masa yang akan datang.

Adalah tidak diragukan, bahwa tercapainya sasaran ideal suatu lembaga pendidikan selalu ditandai oleh sejauhmana lulusan yang dihasilkan oleh lembaga tersebut mampu memerankan keilmuan dan keahliannya secara prima di kalangan pengguna dan di tengah-tengah masyarakat pada umumnya. Mencermati laju per-kembangan dunia pendidikan dewasa ini serta tingginya tingkat intensitas persaingan di antara perguruan-perguruan tinggi yang ada, menuntut program-program yang efektif dan cerdas untuk mengiringi arus perkembangan itu. Menurut hemat kami, fakultas Adab, untuk –setidaknya-- empat tahun ke depan, perlu mengupayakan pengukuhan keberadaannya sebagai salah satu fakultas yang sejajar dengan fakultas yang memiliki bidang keilmuan yang sama pada perguruan tinggi lainnya, terutama pada tawaran kualitas keilmuan lulusan yang dihasilkan, karena bagian ini dianggap sangat esensial bagi sebuah lembaga keilmuan.

Visi dan Misi Pengembangan :

Sehubungan dengan apa yang telah dikemukakan itu, dan dalam rangka memenuhi prasyarat pemilihan dekan priode ini, maka seandainya saya dipercaya untuk memimpin fakultas ini pada priode mendatang, saya mempunyai visi untuk menjadikan fakultas ini sebagai lembaga keilmuan yang memiliki otoritas dengan keunggulan kompetitif, baik dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas, maupun sebagai lembaga yang akan menjadi referensi dalam pengembangan budaya Islam di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, suatu capaian yang lebih diprioritaskan adalah bagaimana fakultas ini lebih dapat dikembangkan sejajar dengan laju perkembangan dunia pendidikan pada umumnya. Beberapa misi yang lebih diprioritaskan adalah :

Pertama : Otoritasi Keilmuan dan Penguatan mutu akademik untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan unggul secara kualitatif

Sasaran penguatan bidang akademik adalah agar fakultas Adab berke-mampuan dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan keunggulan kualitatif dalam bidang keilmuan bahasa, sastra, sejarah dan informasi yang setara akademik dengan lulusan fakultas serumpun lainnya, memiliki akidah yang mantap, berakhlak mulia, kritis, kreatif dan inovatif serta memiliki kepekaan terhadap perubahan-perubahan budaya dan perkembangan keilmuan secara umum.

Untuk sasaran dimaksud perlu dikembangkan secara intensif dan berke-lanjutan proses pembelajaran maksimal dengan antara lain meningkatkan kualitas tenaga pengajar, menerapkan mekanisme pengelolaan akademik berbasis evaluasi diri, serta menciptakan suasana PBM yang efektif dan kondusif. Ketiga aspek ini merupakan sistem yang komplementer untuk tercapainya sasaran ideal suatu sistem pendidikan.

Peningkatan kualitas tenaga pengajar merupakan upaya yang harus secara terus menerus dilakukan untuk mengikuti perkembangan keilmuan serta difirensiasi masalah-masalah kemasyarakatan dan kebudayaan. Dalam kaitan ini perlu pembe-nahan berbagai aspek yang terkait dengan itu, mulai dari mengefektifkan kon-sorsium keilmuan fakultas (konsorsium bahasa, sastra, sejarah, dan informasi), mengusahakan agar pengadaan tenaga pengajar betul-betul proporsional sesuai kebutuhan bidang-bidang studi yang ada, meningkatkan secara terus menerus substansi bidang keahlian tenaga pengajar, mengarahkan tenaga pengajar yang akan menegikuti pendidikan lanjutan dengan mempertimbangkan kebutuhan bidang-bidang studi yang ada serta peningkatan penguasaan metode pembelajaran dan pengembangan sistem instruksional. Efektifitas peningkatan dalam bidang ini disam-ping untuk tujuan otoritasi keilmuan, sekaligus akan sangat mempengaruhi kualitas peserta didik. Disamping itu, peningkatan kemampuan dosen dalam melahirkan produk karya ilmiah dalam bidang keahlian masing-masing tenaga pengajar, tentunya juga akan menjadi perhatian tersendiri, karena, apa yang disebutkan terakhir ini adalah menjadi bagian dari kemestian dunia akademis, baik dalam rangka pengabdian, maupun peningkatan professionalitas tenaga pengajar itu sendiri.

Hal yang tak kurang pentingnya untuk diberikan prioritas ialah menciptakan mekanisme pengelolaan administrasi akademik yang berbasis evaluasi diri. Meka-nisme ini ditentukan antara lain oleh: berfungsinya dengan baik semua komponen yang terdapat di dalam sistem pengelolaan dengan pembagian kerja yang jelas dan berimbang. Basis evaluasi diri dalam sistem pengelolaan administrasi dimaksudkan untuk menerapkan sistem pencatatan, pelaporan, dan monitoring yang diorien-tasikan dalam rangka pengukuran dan evaluasi penyelenggaraan akademik secara terus menerus. Hal ini akan memberikan manfaat ganda untuk peningkatan kualitas akademik sendiri serta pemenuhan tuntutan administrasi pendidikan tinggi untuk perolehan akreditasi dan kemampuan kompetitif jurusan dalam memperoleh hibah peningkatan mutu.

Bagian lain yang dianggap menentukan bagi terwujudnya sasaran ideal pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas ialah suasana PBM yang kondusif bagi pencapaian tujuan intruksional, seperti kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran, ruang belajar yang bersih dan nyaman, serta iklim akademik yang dinamis dan obyektif. Karena itu, adalah menjadi keharusan tersendiri pada program penguatan yang dikemukakan terdahulu.

Ketiga program penguatan yang disebutkan akan sangat menentukan bagi pencitraan fakultas Adab di dunia akademik pada umumnya. Oleh karena itu, penguatan bidang ini akan diikuti dengan display data yang valid dan akurat baik secara digital maupun secara manual yang dikelola oleh sebuah tim yang berkompeten dan terampil untuk tujuan itu.

Kedua : Penguatan kelembagaan fakultas sebagai sarana pengembangan wawasan keilmuan, kreatifitas dan kepemimpinan mahasiswa

Adalah sangat disadari bahwa berjalannya mekanisme akademik di tingkat fakultas sangat ditentukan oleh lembaga-lembaga penunjang yang ada. Oleh karena itu kelembagaan fakultas, seperti jurusan-jurusan dengan kelembagaan pendukung-nya, perpustakaan, serta kelembagaan struktural dan non struktural lainnya perlu lebih disinergikan secara lebih intensif.

Lembaga jurusan sebagai penyelenggara akademik sub bidang keilmuan fakul-tas perlu mendapat perhatian serius dalam program penguatan ini, karena jurusan merupakan ujung dari semua mekanisme penyelenggaraan akademik fakultas. Efektifitas kegiatan akademik di tingkat jurusan merupakan indikator bagi kualitas lulusan, lebih dari itu, bahkan akan menjadi penentu apakah lembaga ini memiliki otoritas keilmuan di bidangnya atau tidak, terutama di mata instansi-instansi peng-guna serta masyarakat pada umumnya.

Oleh karena itu, dari kondisi jurusan-jurusan yang ada saat ini, perlu diprio-ritaskan beberapa program legalisasi kelembagaan yaitu : mengupayakan perolehan akreditasi bagi jurusan BSA dan SKI, menuntaskan perizinan untuk jurusan BSI, serta upaya peningkatan status D-3 PAD menjadi S-1. Kecuali masalah akreditasi jurusan yang diprogramkan secara konsisten dan berkelanjutan, legalisasi kelem-bagaan yang disebutkan menjadi prioritas jangka pendek untuk landasan bagi upaya penguatan spesifikasi keahlian lulusan S-1 serta pemberdayaan terus menerus program diploma yang ada untuk mengikuti perkembangan bidang-bidang pro-fessional di dunia kerja. Hal lain yang dianggap krusial dan mendesak ialah me-ngembalikan nafas program D-2 Seni Islam dan Kaligrafi yang sudah hampir kehilangan nafas sejak beberapa waktu terakhir.

Lembaga kemahasiswaan adalah bagian yang integral dalam mekanisme pe-nyelenggaraan akademik fakultas. Lebih dari itu, lembaga-lembaga kemahasiswaan seyogianya juga lebih difungsikan sebagai wahana pengembangan wawasan akade-mik, kemasyarakatan dan kebudayaan. Oleh karena itu, misi penguatan ini, juga diarahkan pada pemberdayaan lembaga kemahasiswaan sebagai wadah pembinaan dan kaderisasi kepemimpinan masa depan yang berwawasan iman, intelektualitas dan memiliki kepekaan terhadap berbagai perubahan sosial budaya masyarakat. Aspek pengembangan seperti ini, hemat kami adalah merupakan keharusan yang tak mungkin untuk ditunda-tunda lagi.

Skala prioritas pada peningkatan kualitas lulusan bukan berarti capaian kuantitas tidak kita perlukan. Fakultas ini perlu mahasiswa yang banyak, karena de-ngan demikian akan memuluskan jalannya program peningkatan dalam setiap as-peknya. Namun, dengan prioritas pada capaian kualitatif, sebenarnya, secara tidak langsung akan menggiring ke arah capaian kuantitatif yang diinginkan. Logika seder-hana ini adalah menjadi bagian dari wacana pengembangan pendidikan tinggi ke depan.

Pendekatan yang diperlukan oleh lembaga pendidikan tinggi dalam mengembangkan strategi pencapaian target kuantitas itu, tentulah tidak sama dengan pen-dekatan yang digunakan oleh lembaga-lembaga profit lainnya. Pendekatan mana tidak cukup hanya dengan kemampuan menggunakan retorika propagandis yang terkadang spekulatif, tapi lebih terletak pada kemampuan perguruan tinggi tersebut dalam menyelenggarakan PBM secara lebih maksimal, sehingga dapat menghasil-kan lulusan yang unggul secara akademik, memiliki kompetensi serta eksis dalam masyarakat pengguna. Dengan kata lain, semakin tinggi kualitas lulusan dan sema-kin ia mampu memainkan peran keilmuannya dalam masyarakat pengguna, maka akan semakin besar pula peluang fakultas ini untuk meraih jumlah calon mahasiswa yang banyak.

Ketiga : Peningkatan kerjasama keilmuan dan kemitraan untuk sosialisasi dan perluasan alternatif lapangan kerja lulusan

Selama ini lulusan fakultas Adab kurang memperoleh tempat yang baik dalam bursa penerimaan calon tenaga kerja, terutama di instansi-instansi pemerintahan. Ini terlihat dari kecilnya porsi yang tersedia bagi lulusan fakultas ini, bahkan kadang-kadang tidak ada sama sekali. Menurut hemat kami, hal ini bukanlah disebabkan karena tidak atau kurang tersedianya lapangan kerja keahlian yang dibidangi oleh fakultas ini pada instansi- instansi tersebut, namun, di samping karena rendahnya tingkat kompetensi lulusan yang dihasilkan, juga disebabkan oleh kompetensi lulusan yang kurang tersosialisasi dengan baik ke masyarakat pengguna.

Oleh karena itu, selain peningkatan kualitas akademik, fakultas Adab perlu mengembangkan program-program kerja sama dengan instansi-instansi lain yang relevan dengan visi fakultas dan kompetensi lulusan dalam rangka meluaskan jang-kauan sosialisasi fakultas serta perluasan alternatif lapangan kerja lulusan. Di sam-ping itu, tentunya kerjasama keilmuan dengan perguruan tinggi lain dalam rangka peningkatan kualitas akademik fakultas yang memang sudah menjadi kemestian untuk selalu ditingkatkan terus menerus, serta kerjasama kemitraan dalam rangka pengembangan dan pelestarian budaya Islam dengan instansi dan lembaga-lem-baga yang relevan dengan bidang keilmuan yang ada pada fakultas ini.

Keempat : Penguatan peran pengembangan dan pelestarian budaya Islam dalam rangka pengabdian pada masyarakat dan sosialisasi

Untuk lebih mendukung keberadaan fakultas Adab dengan otoritas keilmuan yang dibidanginya serta untuk memantapkan langkah kearah kerjasama kemitraan sebagaimana dikemukakan terdahulu, perlu diprioritaskan pula untuk mewujudkan lembaga pengkajian, penelitian, pelestarian dan pengembangan budaya dan kesenian Islam yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi kalangan ilmuan, budayawan, seniman Islam serta masyarakat pada umumnya. Melalui lembaga ini akan digalang potensi-potensi yang ada untuk mengaplikasikan keilmuan, keahlian dan keterampilan yang dipunyai untuk meningkatkan kontribusi fakultas terhadap pelestarian dan pengembangan budaya masyarakat di daerah ini dan sekaligus untuk tujuan sosialisasi fakultas.

Untuk pencapaian target misi serta sasaran dari semua program yang dikemu-kakan, akan dilakukan secara terpadu, komprehensif menurut mekanisme yang semestinya dengan melibatkan semua potensi dari elemen-elemen yang ada di fakultas tanpa melihat perbedaan-perbedaan di luar kepentingan fakultas. Lebih dari itu perlu ditekankan bahwa faktor-faktor lainnya seperti pendekatan yang persuasif, terbuka, bertanggungjawab, serta mengutamakan prinsip-prinsip musyawarah dan kebersamaan dalam setiap langkah pelaksanaannya akan selalu lebih dikedepankan.
Demikianlah penyampaian visi,misi dan program ini, mudah-mudahan Allah akan menunjuki kita semua, Amin.

Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum.
Disampaikan dalam sidang Senat Fakultas Adab pada tanggal 23 Oktober 2007

...selengkapnya...