MagzNetwork

Sertijab Kasubag Umum FIB-Adab

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 09.25 | | 0 komentar »

Senin tanggal 1 Februari 2010, bertempat di Aula Fakultas Ilmu Budaya-Adab, berlangsung acara serah terima jabatan Kasubag Umum dari Arfita Yessi, SE (dalam keseharian biasa dipanggil dengan Yessy) kepada Sdr. Afrizal, S.Sos. Sdr. Essy selanjutnya akan menempati posisi baru di Bagian Keuangan Kantor Pusat IAIN Imam BonjolPadang. Sementara, Sdr. Afrizal, S.Sos yang sebelum ini merupakan Kasubag di Bagian Keuangan IAIN juga bukanlah "orang baru" bagi Fakultas Ilmu Budaya, karena beliau sebelum ini pernah juga menjadi karyawan Fakultas Ilmu Budaya-Adab.

Dalam sambutan perpisahannya, Sdr. Yessy tidak dapat menutupi keharuannya. "Selama delapan bulan di Fakultas Adab, saya merasakan suasana kekeluargaan dan iklim kerja yang sangat menyenangkan", demikian kata alumni Fakultas Ekonomi Universitas Eka Sakti ini. Sementara, Kasubag yang baru, Sdr. Afrizal, S.Sos mengatakan bahwa kiprahnya di Fakultas Adab bukanlah yang pertama kali dalam karir kepegawaiannya, karena sebelumnya beliau pernah menjadi karyawan (PUM) Fakultas Adab sebelum tahun 1990.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab, Drs. Irhash A. Shamad,M.Hum mengatakan agar pergantian atau mutasi ini menambah semangat baru bagi Fakultas Adab. "Semoga sdr. Yessy mampu berbuat baik dan produktif pada posisinya yang baru dan kami juga mengharapkan kepada sdr. Afrizal agar mampu menumbuhkembangkan kinerja yang lebih baik ke depan dengan dilandasi hubungan kerja yang persuasif dan penuh kekeluargaan", demikian sambutan Dekan.

...selengkapnya...

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 13.42 | 0 komentar »





...selengkapnya...

Silaturrahmi dengan Kabiro AUAK IAIN IB yang Baru

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 09.31 | | 0 komentar »

Pertemuan silaturahmi antara civitas akademika Fakultas Ilmu Budaya - Adab IAIN Imam Bonjol Padang dengan Kabiro AUAK (Administrasi Umum Akademik Kemahasiswaan) IAIN yang baru, Drs. Amrul Wahdi, MM. dilaksanakan di Aula Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang pada hari Rabu/13 Januari 2010. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab, Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum mengatakan bahwa pertemuan silaturrahmi ini memiliki dua nilai strategis bagi institusi Fakultas Adab, yaitu sebagai bentuk dan wujud silaturrahmi antara alumni dengan almamaternya, namun yang lebih penting dari itu intiya adalah untuk berbagi pengalaman (sharing) kinerja antara Institut dan Fakultas. Bapak Amrul Wahdi adalah alumni Fakultas Adab tahun 1977, yang sebelum dilantik oleh Menteri Agama sebagai Kepala Biro IAIN IB bertugas sebagai auditor pada Inspektorat Jenderal Departemen Agama RI, Sebagai Kepala Biro IAIN Imam Bonjol yang baru, tentunya sangat banyak pengalaman bisa di"sharing"kan dengan civitas akademika, khususnya bagi dosen dan karyawan Fakultas Adab untuk optimalisasi sistem administrasi umum ke depan, demikian hantaran dari Dekan.




...selengkapnya...

Seminar Hasil Penelitian Pengembangan Jurusan

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 11.26 | , , | 0 komentar »

Rabu/6 Januari 2010 kemaren, diselenggarakan Seminar Hasil Penelitian Pengembangan Jurusan se-Fakultas Ilmu Budaya Adab IAIN Imam Bonjol Padang. Seminar Hasil ini merupakan tahap akhir dari rangkaian Penelitian Pengembangan Jurusan se-Fakultas Ilmu Budaya-Adab yang diselenggarakan selama tahun 2009. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Budaya-Adab, setengah hari penuh. Hasil penelitian tersebut dipresentasikan oleh masing-masing Ketua Jurusan/Ketua Tim peneliti. Drs. Wartiman, MA (Jurusan Bahasa dan Sastra Arab), Dra. Sismarni, M.Pd (Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam), Suci Humairah, MA (Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris), Drs.H. Raichul Amar, M.Pd (Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan) serta Drs. Zulkarnaini, MA (Ketua Prodi PAD) dipanelkan secara bersamaan dengan moderator Muhammad Ilham, S.Ag., S.Sos. Seminar Hasil Penelitian ini dihadiri oleh pimpinan Fakultas serta dosen-dosen masing-masing jurusan dan Program Studi.

Dalam sambutannya sebelum kegiatan panel tersebut dilaksanakan, Dekan Fakultas Ilmu Budaya yang diwakilkan oleh Pembantu Dekan I, DR. H. Yufni Faisol, MA mengatakan bahwa kegiatan penelitian pengembangan Jurusan tersebut juga bisa menjadi bahan evaluasi bagi jurusan-jurusan sekaligus memberikan kontribusi bagi penyusunan program jurusan ke depan dengan berbasis riset.




...selengkapnya...

Hari ini Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang menorehkan satu lagi peristiwa prestisius, yaitu Launching jurnal mahasiswa "Tsaqafy" dan penyerahan "Adab Talenta Award" kepada 17 orang mahasiswa yang telah mengukir prestasi dalam berbagai bidang keterampilan.

Launching jurnal Tsaqafy ini merupakan wujud syukur atas kerja keras beberapa orang mahasiswa aktivis sejak bulan Juni 2009 untuk menerbitkan sebuah jurnal ilmiah yang akan mewadahi karya tulis ilmiah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya-Adab, demikian dikemukakan oleh Pembantu Dekan III Dr. Firdaus M.Ag pada pengantar yang disampaikan di awal acara launching.

Dalam rangka launching ini selain dilaksanakan penyerahan "Adab Talenta Award" kepada 17 mahasiswa yang dinilai telah menunjukkan prestasi dalam berbagai bidang keterampilan, antara lain : bidang karya tulis ilmiah, karya tulis sastra, kaligrafi Islam, talawatil Quran, dan bidang penelitian dedikatif Naskah keagamaan klasik, juga diadakan seminar karya tulis yang menampilkan narasumber : Drs. Yulizal Yunus, M.Si (mantan Dekan/Kepala Puslit IAIN Imam Bonjol), Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum (Dekan), dan Muhammad Ilham, S. Ag. S. Sos (Dosen jurusan SKI). Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari oleh Sanggar Tari ARTEFACO Mahasiswa FIB-A yang cukup mengesankan.


Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum dalam sambutannya mengemukakan launching jurnal mahasiswa dan penyerahan "Adab Talenta Award" adalah bentuk apresiasi yang diberikan oleh fakultas terhadap mahasiswa dalam rangka menumbuhkansuburkan semangat kreatifitas di kalangan mahasiswa, sekaligus menciptakan nuansa akademis yang akan saling mendukung bagi proses pembelajaran bidang keilmuan budaya perspektif Islam. Hal ini dianggap penting, karena eratnya relevansi antara tradisi akademik dan keterampilan budaya untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi yang siap untuk diterjunkan di dunia kerja dan di masyarakat. Pemberian Award kali ini diberikan kepada satu orang yang dianggap terbaik diantara 17 orang yang berprestasi, yaitu Sdr. Deddi Arsa (mahasiswa Jurusan SKI Angkatan 2006). Deddi Arsa ini dikenal sebagai penulis sastra dan sejarah yang tulisannya tersebar luas di berbagai media massa lokal dan nasional. Sementara, ke-16 orang mahasiswa lainnya (selain Deddi Arsa) yang dianggap berprestasi tersebut adalah Fernando, Dewi Kumala Sutra, Alexander, Riyen Gusti Suparta dan Rara Handayani (bidang Jurnalistik) ; Apria Putra, Malik Akbar Jaber, Muhammad Nashir, Refrizal Edi Putra, Khairil Malik, Rozi Putra, Harizal Putra dan Debi Gusnedi (bidang Studi Naskah) ; Chairullah dan Novera Indrawati (bidang Kaligrafi dan Tilawah). Di akhir acara, Dekan mengharapkan untuk tahun-tahun mendatang, paling tidak, fakultas akan menyediakan 4 orang terbaik dari sejumlah mahasiswa yang dinilai berprestasi, demikian Dekan menjanjikan dan disambut riuhnya tepuk tangan mahasiswa yang hadir pada acara ini.



...selengkapnya...

Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang menurunkan Tim Penyuluh Pelestarian Naskah Keagamaan Sumatera Barat di Kabupaten 50 Kota pada hari Sabtu dan Minggu 19-20 Desember kemaren. Tim yang dipimpin oleh Ketua Laboratorium Sejarah Kebudayaan Islam Dr. Danil M. Chaniago ini beranggotakan dosen-dosen muda dan mahasiswa pencinta Naskah, antara lain : Drs. Muhapril Musri, M. Ag. (sekretaris Labor Sejarah), Dra. Riza Mutia (dosen), Sudarman, S. Hum, MA. (dosen) , Yulfira Riza, M. Hum (Dosen), Apria Putra (Mahasiswa), dan Ade Suryani (mahasiswa).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang bagaimana melakukan perawatan terhadap naskah-naskah lama keagamaan yang masih tersimpan di masyarakat. Oleh karena itu sasaran penyuluhan ini adalah masyarakat pemilik naskah di daerah-daerah sentra naskah di Sumatera Barat. Untuk tahun ini FIB-Adab memilih Kabupaten 50 Kota sebagai obyek penyuluhan, karena daerah ini dianggap banyak memiliki peninggalan naskah-naskah keagamaan. Menurut Ketua Tim, daerah sasaran penyuluhan
kali ini adalah nagari Tabek Panjang, Koto Baru Simalanggang dan di nagari Taram (terutama Surau Tuo Taram). Tim dalam kegiatan ini, disamping melakukan pencerahan terhadap pemilik naskah tentang pemeliharaan dan perawatan naskah, dan pentingnya naskah sebagai warisan budaya lokal, juga membantu pengklassifikasian naskah-naskah sesuai dengan kontennya masing, serta melakukan pendokumentasian naskah-naskah yang ditemui.

Dari laporan sementara yang disampaikan oleh sekretaris Tim, Drs. Muhapril Musri, M. Ag., pengklassifikasian yang dilakukan oleh tim terdapat bervariasi peninggalan naskah yang ditemukan, yaitu a.l. mushaf al-Quran, kitab Tafsir, kitab Fiqh, Mujarrabaat, Maulud al-Barzanji, kitab ilmu Nahu dan lain-lain sebagainya. Dijelaskan juga bahwa hampir semua kitab-kitab itu dalam keadaan rusak, karena kurang terawat.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab, Drs. Irhash A. Shamad usai menerima Tim mengemukakan bahwa, kegiatan penyuluhan ini adalah merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang telah dirancangkan oleh Fakultas sejak beberapa waktu yang lalu. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai kontribusi nyata FIB-A dalam rangka pelestarian naskah-naskah keagamaan lokal yang menjadi asset kebudayaan Islam yang sangat berharga. Irhash menambahkan bahwa FIB-Adab sebagai fakultas yang membidangi budaya Islam, merasa perlu mengadakan kegiatan penyuluhan ini, karena banyak sekali naskah-naskah lama keagamaan yang tersimpan di masyarakat yang tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya, bahkan akhir-akhir ini ada kecendrungan masyarakat menjual naskah tersebut kepada kolektor luar negeri. Karena itu FIB-Adab untuk beberapa tahun ke depan akan memprogram kegiatan yang sama untuk beberapa daerah yang ada di Sumatera Barat. Sementara itu Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang saat ini sedang mempersiapkan terbentuknya Pusat Dokumentasi Kebudayaan Islam yang insya Allah akan diluncurkan pada tahun 2010 mendatang, demikian Dekan mengakhiri.



...selengkapnya...

FIB-Adab Bentuk 6 Konsorsium dan Luncurkan 6 Jurnal Ilmiah

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 22.03 | , | 0 komentar »

Fakultas Ilmu Budaya-Adab (FIB-A) pada hari ini Kamis 17 Desember 2009 meluncurkan edisi perdana 5 jurnal jurusan dan 1 jurnal mahasiswa, Keenam jurnal tersebut diterbitkan secara bersamaan mulai tahun ini. Peluncuran ini dilaksanakan seiring pembukaan sidang pleno akhir pembentukan 6 Konsorsium disiplin ilmu yang dikembangkan pada fakultas ini.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab (FIB-A) dalam sambutannya pada acara pembukaan sidang pleno tersebut menyatakan rasa syukur dan gembira, karena semua program penguatan keilmuan yang telah dirancangkan untuk tahun 2009, akhirnya dapat dilaksanakan tuntas dengan hasil yang cukup memuaskan. Ini sangat beralasan, karena beberapa waktu berselang pada fakultas ini baru saja berhasil menerbitkan enam jurnal jurusan secara serentak, yaitu jurnal "Diwan" (Jurusan Bahasa dan Sastra Arab), jurnal "Khazanah (Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam), jurnal "Kalamistic" (Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris), jurnal "Akhbar al-Maktabah" (Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan), jurnal "Shaut al-Maktabah (Program Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi), dan jurnal "Tsaqafy" (Lembaga Kemahasiswaa FIB-A). Kecuali jurnal Tsaqafy, semua jurnal itu diterbitkan dalam dua edisi. Semua jurnal tersebut diluncurkan secara resmi oleh Dekan pada hari ini sejalan dengan pembukaan sidang pleno akhir Konsorsium Keilmuan Fakultas Ilmu Budaya-Adab(FIB-A).

Menurut Dekan, FIB-A sejak beberapa waktu yang lalu telah merancangkan 6 Konsorsium Keilmuan Fakultas, yaitu antara lain : Konsorsium Ilmu Bahasa, Konsorsium Ilmu Sastra, Konsorsium Ilmu Sejarah, Konsorsium Kebudayaan Islam, Konsorsium Ilmu Informasi, dan Konsorsium Lintas Keilmuan. Pleno akhir yang merupakan rangkaian akhir dari pertemuan-pertemuan tim perumus masing-masing kelompok konsorsium itu diharapkan akan menghasilkan Company Profile masing-masing Konsorsium yang akan menjadi acuan untuk perancangan program-program tahunan konsorsium untuk masa 5 tahun ke depan.

Dengan diterbitkannya jurnal-jurnal jurusan serta terbentuknya konsorsium-konsorsium keilmuan ini, maka lengkaplah fondasi dasar bagi program penguatan keilmuan dan peningkatan kualitas akademik pada fakultas ini untuk masa selanjutnya. Diharapkan bersinerginya masing-masing konsorsium dengan penerbitan jurnal jurusan akan memberi nilai tambah tersendiri bagi kualitas dan kuantitas produk ilmiah oleh dosen pada disiplin masing-masing. Demikian juga upaya peningkatan penguasaan keilmuan dan peningkatan metodologi pembelajaran serta penyempurnaan kurikulum dan pengembangan sistem instruksional lainnya pada setiap jurusan akan menjadi lebih efektif, demikian Dekan mengakhiri.



...selengkapnya...

Memaknai Pergantian Tahun

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 19.41 | | 0 komentar »

Kutipan Amanat Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab, Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum. Selaku Pembina Upacara pada Upacara Bendera tanggal 17 Desember 2009 di Lapangan Parkir IAIN Imam Bonjol Padang.

Pelaksanaan upacara bendera kali ini, merupakan penutup akhir tahun 2009 menjelang masuknya tahun 2010 Masehi, bertepatan juga, bahwa hari ini adalah hari terakhir tahun 1430 H, di mana saat gurub nanti, kita akan memasuki pergantian tahun Qamariyah 1431 H.

Sebagaimana biasa dalam setiap pergantian tahun kita selalu disarankan untuk melakukan evaluasi atas apa-apa yang telah kita lakukan pada tahun yang berjalan, untuk kemudian mempersiapkan rancangan-rancangan apa yang akan kita laksanakan pada tahun berikutnya. Hal itu tentulah bertujuan, agar kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik dari masa kini. Karena itu, moment pergantian tahun ini, seyogianya tidaklah sekedar transisi perpindahan angka tahun, akan tetapi lebih pada pemaknaan kita terhadap peralihan waktu sebagai wujud terciptanya perubahan ke arah yang lebih baik dalam setiap aspek kehidupan kita.

Dalam rangka momentum pergantian tahun ini, marilah sejenak kita melakukan refleksi atas beberapa pengalaman yang telah kita lalui, baik sebagai sebuah bangsa, maupun sebagai umat yang beragama. Beberapa bulan terakhir, masih segar dalam ingatan kita dua peristiwa penting yang cukup menyita perhatian, yaitu bencana alam yang melanda berbagai daerah secara beruntun dan kisruh politik kalangan elit bangsa yang hingga saat ini kelihatan semakin runyam dan semakin sukar dipahami.

Bencana gempa bumi yang melanda negeri ini pada tanggal 30 September yang lalu, begitu juga beberapa musibah bencana alam yang juga terjadi secara bergantian menimpa beberapa wilayah di Indonesia, cukup menyentak kesadaran spiritual kita, betapa tipisnya batas antara kehidupan dan kematian, betapa kekuasaan Tuhan memiliki kekuatan yang tak mampu dicegah oleh kekuatan apapun di dunia ini, termasuk oleh ilmu pengetahuan dan teknologi sekalipun.

Kekisruhan yang terjadi dalam kehidupan politik bangsa kita dewasa ini, telah makin membuka mata kita tentang berbagai persoalan, mulai dari persoalan ekonomi, hukum dan peradilan, hingga ke masalah-masalah yang menyangkut interes politik dan bahkan moralitas aparat penegak hukum. Terbukanya “kotak pandora” berbagai permasalahan bangsa yang selama ini selalu ditutupi, adalah keniscayaan sejarah pada saat semua telah mencapai titik klimaks. Ternyata kekuatan kekuasaan saja, tidak cukup kuat untuk membungkus sesuatu yang memang seharusnya tidak ditutupi. Ada saatnya kekuatan rakyat yang dipimpin menggugat para pemimpinnya untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang telah dilakukan dalam mengurus bangsa ini. Ada saatnya rakyat menuntut hak-hak politik dan hak untuk memperoleh keadilan, pada saat aparat hukum dan elit politik telah mempermainkan hak itu untuk kepentingan diri, kelompok, ataupun untuk kepentingan kekuasaan itu sendiri.

Dalam kesempatan upacara bendera ini, izinkan saya mengajak kita semua untuk memaknai momentum pergantian tahun ini dengan berkaca pada dua peristiwa yang kita sebutkan tadi.

Pertama, dari segi spiritualitas, dengan pengalaman bencana itu, marilah kita meningkatkan kesadaran akan nilai iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, marilah kita aplikasikan kedua nilai itu dalam setiap langkah dan pekerjaan kita. Kita boleh larut dengan urusan dunia, namun tentulah tidak akan menjadikan kita semakin hedonis dan lupa bahwa kekuasaan Allah diatas segala-galanya.

Kedua, dari kekisruhan politik yang terjadi dewasa ini dengan segala bentuk problema yang menyertainya, kita mendapatkan gambaran tentang proporsionalitas hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin dan antara pemegang otoritas dan obyek otoritas itu sendiri. Hendaknya peristiwa itu kita jadikan cermin, bahwa kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin tidaklah bersifat tak tergugat, ia adalah merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Tidak selamanya kepemimpinan itu dapat dibentengi dengan otoritas dan kekuasaan semata, tanpa mempertimbangkan asas keadilan dan kejujuran terhadap yang dipimpin. Pada saat keselarasan hak dan kewajiban antara pemimpin dan yang dipimpin tidak lagi memiliki keseimbangan proporsionalitas, maka itu akan memunculkan disharmoni yang dapat berujung pada krisis ketidak percayaan.

Bila hal itu kita turunkan ke level yang lebih mikro, maka setiap kita, tentunya memiliki wilayah kepemimpinan masing-masing. Agama kita telah mengajarkan bahwa “setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya”. Karena itu, seyogianyalah kita melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab wilayah kepemimpinan kita masing-masing, dengan menyeimbangkan antara otoritas dengan hak dan kewajiban yang kita pimpin, untuk kemudian berupaya meningkatkan dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, sesuai dengan peran yang kita jalankan masing-masing di masa-masa yang akan datang.
Demikianlah sekedar menjadi bahan renungan kita dalam memaknai pergantian tahun ini. Mudah2an Allah akan memberikan petunjuk bagi kita semua, amin.




...selengkapnya...

"Selamat Jalan".........Ridhatul Akhyar

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 12.19 | | 0 komentar »

Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un, telah berpulang ke rahmatullah salah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya-Adab (Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris) Ridhatul Akhyar, pada tanggal 14 Desember 2009 pukul 11.00 WIB. Pimpinan dan segenap civitas akademika Fakultas Ilmu Budaya - Adab merasakan kesedihan yang begitu mendalam karena "kembalinya" Ridha (demikian almarhum dipanggil sehari-hari oleh kawan-kawannya) kepangkuan Ilahi Rabbi cukup mengagetkan banyak orang. Almarhum meninggal karena ditimpa reruntuhan bangunan di Wisma Al-Kahfi. Satu bangunan bertingkat di samping Wisma tersebut mengalami retak pasca gempa 30 September 2009 yang lalu, kemudian ambruk karena tidak kuat menahan beban, maka bagian dinding bangunan dan menimpa Wisma Al-Kahfi pada saat penghuninya masih tidur. Beberapa orang penghuni Wisma ini terluka, namun Ridha-lah yang paling kritis - terjadi pendarahan dalam tubuhnya dan satu dari kakinya remuk, sementara Ridha sejak kejadian itu (pukul 04.00 WIB dinihari) hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit M. Djamil Padang, setelah beberapa jam tidak sadarkan diri.

Kepada keluarga (Bpk. Yohannis dan Ibu Nurside) kami berharap untuk tabah menghadapi cobaan ini. Yakinlah Bapak Yohannis dan Ibu Nursida, Ridha bagi kawan-kawannya adalah anak baik dan ceria. Bagi kami, dosen dan karyawan, almarhum adalah tipikal mahasiswa baik dan memiliki jiwa kepemimpinan. Selamat jalan sahabat dan anak kami tercinta, Ridhatul Akhyar. Insya Allah, jenazah akan diberangkatkan dari RS. M. jamil Padang untuk dimakamkan di nagari Paninjauan Solok. Setelah dishalatkan di masjid kampus IAIN Imam Bonjol Lubuk Lintah Padang, diadakan upacara "pelepasan" oleh oleh Rektor IAIN IB dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab sebagai penghormatan terakhir atas nama segenap pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa FIB-Adab. Kemudian jenazah diberangkatkan menuju Solok dengan diantar oleh pimpinan Institut, fakultas dan Ketua Jurusan BSI serta rekan-rekan sejawat almarhum. Sekali lagi,.. selamat jalan Ridha. Semoga Allah memberikan tempat terbaik bagi ananda. Amin.



...selengkapnya...

Sebanyak 135 orang mahasiswa semester III Fakultas Ilmu Budaya-Adab (FIB-A) diterjunkan ke masyarakat dalam rangka melaksanakan praktikum keislaman yang berlangsung selama 2 hari penuh, Sabtu dan Minggu (21-22 Nopember 2009). Kegiatan praktikum ini dipusatkan di masjid-masjid masyarakat sekitar kampus IAIN Imam Bonjol Padang .

Sebelum kegiatan ini, mahasiswa praktikan bersama Dosen Pembimbing telah merancang berbagai kegiatan keagamaan yang akan digelar di masjid-masjid tersebut dalam rangka memberdayakan masjid sebagai pusat kegiatan umat. Sebanyak 8 masjid yang dipilih sebagai lokasi praktikum ini masing-masing ditempatkan 17-18 orang praktikan dengan didampingi oleh seorang dosen pembimbing lapangan (DPL). Diantara masjid-masjid tersebut adalah : Masjid Raya Durian Tarung, Masjid Raya Baiturrahman Lubuk Lintah,Masjid Raya Darussalam Balai Baru, Masjid Darul Falah Perumahan Bumi Minang, Masjid Raya Baitul Mukminin Bariang, Masjid Baiturrahmah Kompleks Andalas Makmur. Masjid Raya Kampung Kelawi, dan Masjid AL-Ikhlash Surau Balai.

Penempatan praktikum keislaman di tengah-tengah masyarakat yang kegiatannya di pusatkan di masjid ini ditujukan agar mahasiswa dapat merasakan dan mengamati langsung denyut-denyut kehidupan keagamaan masyarakat, serta menemukan berbagai permasalahan keagamaan yang aktual di masyarakat, demikian dikemukakan oleh Dekan Fakultas Adab Drs. Irhash A. Shamad, M. Hum. Pengalaman ini menurut Dekan sangat diperlukan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi intelektual yang berorientasi ke masyarakat. Sesuai dengan tujuan itu, maka praktikum kali ini mengangkat tema : “Kompetensi Intelektualitas untuk Pemberdayaan Umat”, demikian Dekan menjelaskan.

Sementara itu Ketua Pelaksana Dr. Firdaus, M. Ag. (Pembantu Dekan bidang Kemahasiswaan FIB-A) mengemukakan bahwa pelaksanaan praktikum keislaman di masjid-masjid seperti ini adalah pertama kali dilaksanakan, namun dari penilaian sementara yang dilakukan bersama Pembantu Dekan bidang Akademik Dr. H. Yufni Faisol setelah berkeliling meninjau pelaksanaan praktikum ini, ternyata kegiatan ini dapat merangsang antusiasme masyarakat untuk memberdayakan masjid sebagai pusat keagamaan, disamping antusiasme di kalangan mahasiswa yang mengikutinya, karena dengan ini mereka mendapat pengalaman baru bagaimana sesungguhnya masjid dapat diberdayakan sebagai pusat aktifitas keagamaan masyarakat.

Pembantu Dekan bidang Akademik Dr. Yufni Faisol, mengemukakan bahwa kegiatan praktikum ini dirancang sedemikian rupa, dimana mahasiswa diharuskan untuk mengefektifkan kegiatan rutin masjid disamping mengisinya dengan berbagai kegiatan keagamaan lainnya seperti, kultum setiap selesai shalat wajid, wirid remaja, melibatkan diri dalam didikan subuh, TPA dan MDA, diskusi masalah keagamaan aktual dengan remaja masjid, bakti kebersihan lingkungan masjid dan sebagainya.

Penyelenggaraan praktikum keislaman kali ini adalah edisi perdana, karena itu, sebagai dikemukakan oleh Ketua Pelaksana Dr. Firdaus, tentu di sana sini masih terdapat berbagai kelemahan. Untuk itu dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi, yang dengan itu tentu akan dijadikan masukan untuk penyempurnaan pelaksanaan praktikum yang sama tahun depan. Hal yang positif tetap akan dipertahankan dan ditingkatkan, dan segala bentuk kelemahan tentu akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya, demikian Firdaus mengakhiri.


...selengkapnya...