MagzNetwork

Dari Halal bi Halal Syawal 1430 H. Fakultas Ilmu Budaya - Adab

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 14.21 | 0 komentar »

"Tak tahu kapan tradisi ini dimulai, namun selagi tradisi ini baik maka harus terus ditumbuhkembangkan, kita tak mau mengkaji sejarah tradisi ini bermula di Fakultas Adab, "demikian yang selalu dikatakan oleh Pembantu Dekan I, Bpk. DR.H. Yufni Faisol, M.Ag. dalam setiap memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal internal Fakultas Ilmu Budaya - Adab. Biasanya acara Halal bi Halal suatu institusi pada umumnya hanya sekali saja, maka Halal bi Halal Fakultas Ilmu Budaya Adab lebih dari satu kali - bisa 7 hingga 10 kali. Biasanya acara Halal bi Halal ini dilangsungkan di rumah dosen-dosen Fakultas - secara bergiliran - dan pada jam-jam ba'da Zuhur ................ biasa, sambil makan siang. Dan, tentunya tidak mengganggu kegiatan Proses Belajar Mengajar.

Tradisi yang baik lagi "asyik dan unik" ini, di IAIN Imam Bonjol Padang, mungkin Fakultas Ilmu Budaya-Adab lah satu-satunya yang mentradisikan tradisi ini dari tahun ke tahun. Untuk Syawal tahun 1430 H./2009 M. ini, kegiatan Halal bi Halal ini di awali pada tanggal 24 September 2009 di rumah Kabag Tata Usaha Fakultas yang baru (Drs. M. Djamil), seterusnya di rumah Bapak Dekan pada tanggal 28 September 2009, dan pad hari berikutnya di rumah Pembantu Dekan II - Drs. Firdaus, M.Ag., kemudian tanggal 30 September 2009 di rumah Bpk. Drs. H. Raichul Amar, M.Pd (Ketua Jurusan IIP). Pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2009, direncanakan di rumah Bpk. Drs.H. Syafrinal dan DR.H. Saifullah SA., MA.

...selengkapnya...

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 21.15 | | 0 komentar »





...selengkapnya...

Inougurasi Wisudawan/ti Fak. Ilmu Budaya-Adab

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 09.07 | 0 komentar »

Hari Selasa, tanggal 18 Agustus 2009 kemaren, Fakultas Ilmu Budaya-Adab melakukan inougurasi wisudawan-wisudawati Periode II Tahun Akademik 2008/2009. Setelah prosesi pelantikan wisudawan/wisudawati oleh Rektor IAIN di Aula IAIN Imam Bonjol Padang berlangsung, maka wisudawan/wisudawati Fakultas Ilmu Budaya-Adab pada pukul 14.00 WIB "dilepas" secara resmi oleh pimpinan Fakultas dalam bentuk acara Inougurasi yang bertajuk : "Membangun Jejaring antar Civitas Akademika" di Aula Fakultas Ilmu Budaya-Adab. Wisuda Angkatan II Tahun Akademik 2008/2009 ini, wisudawan Fakultas Ilmu Budaya-Adab berjumlah 71 orang (5 orang dari Jur. Bahasa dan Sastra Arab, 6 orang dari Jur. Sejarah dan Kebudayaan Islam, 18 orang dari Jur. Bahasa dan Sastra Inggris, 22 orang dari Program Diploma III Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi serta 20 orang dari Program S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi).

Dalam sambutannya mewakili Dekan, Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Budaya-Adab, Bpk. DR.H. Yufni Faisol, MA mengatakan bahwa wisuda kali ini memiliki arti dan makna tersendiri bagi Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang. Pertama, Fakultas Ilmu Budaya-Adab bisa mempertahankan capaian wisuda periode I terdahulu yaitu wisudawan terbaik tingkat IAIN berasal dari Fakultas Ilmu Budaya-Adab. Wisuda IAIN Imam Bonjol Padang periode II, wisudawan terbaik berasal dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (Sdr. Isra Hayati, SS dengan IPK : 392). Makna tersendiri yang kedua adalah wisuda kali ini merupakan wisuda pertama bagi Jurusan/Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (Gelar : SIP). Sedangkan yang ketiga, Fakultas Ilmu Budaya-Adab menciptakan tradisi baru, "melahirkan sarjana Tuna Netra", yaitu Sdr. Suherman, S.Hum dari Jur. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Ketika prosesi wisuda berlangsung di Aula IAIN, pelantikan Sdr. Suherman, S.Hum menyedot perhatian pengunjung dan mendapat apresiasi dari Ketua Alumni IAIN (Bpk. Drs. Irdinansyah Tarmizi, MM/Anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat) dengan menjanjikan beasiswa S2 sampai tamat kepada Sdr. Suherman, S.Hum. Selamat ............ !







...selengkapnya...

Selamat Datang Mahasiswa Baru

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 12.37 | 0 komentar »

Untuk Tahun Akademik 2009/2010, Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang telah menerima 274 orang mahasiswa baru yang terdiri dari 38 orang untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, 88 orang Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, 65 orang Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam serta 83 orang untuk Program Diploma Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi. Rabu, 12 Agustus 2009 kemaren, seluruh mahasiswa baru IAIN Imam Bonjol Padang, termasuk mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang mengikuti Orientasi Perkenalan Kampus (OPAK) hingga tanggal 16 Agustus 2009.
Kehadiran 274 orang mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya-Adab IAIN Imam Bonjol Padang ini memberikan kebahagiaan bagi civitas akademika karena Fakultas Ilmu-Budaya Adab tetap diminati. Selamat bergabung ................ !



...selengkapnya...

Fakultas Adab Melahirkan Sarjana Tuna Netra

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 16.35 | 0 komentar »

Tanggal 31 Juli 2009 yang lalu, Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang menorehkan sejarah baru, melahirkan sarjana Tuna Netra. Suherman, mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam, berhasil mempertahankan Skripsi-nya yang berjudul "Tinjauan Historis Institusi Panti Asuhan Tuna Netra di Kota Padang" di depan Tim Penguji dengan Nilai Kelulusan "A". Sebagai institusi pendidikan Islam, Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang sangat menyadari bahwa pendidikan merupakan hak setiap insan manusia, dengan tentunya berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Karena itulah, Suherman, mahasiswa asal Pesisir Selatan ini, diberikan hak oleh Fakultas Adab sebagaimana yang diberikan kepada yang lain. Beberapa kemudahan-kemudahan akademik diberikan kepada mahasiswa yang dikenal memiliki "ingatan kuat" ini, tanpa menyalahi peraturan akademik yang berlaku di IAIN Imam Bonjol Padang.

Ketika ujian munaqasyah selesai, dan ketika Sdr. Muhammad Ilham (Dosen Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam) bertanya kepada Suherman, "Apa yang akan dilakukannya setelah wisuda nanti", dengan nada penuh optimis, Suherman menjawab, "Pak, setelah ini saya akan mengambil pendidikan profesi keguruan, setelah itu, saya akan mengabdi di Sekolah Tuna Netra, habitat dan institusi yang sangat berjasa pada saya". SELAMAT saudara Suherman, ada mampu memberikan sebuah Inspirasi.

...selengkapnya...

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 19.55 | | 3 komentar »





...selengkapnya...

Workshop Desain Pembelajaran Berbasis Multimedia

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 01.19 | 1 komentar »


Mensikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan efektifitas proses pembelajaran, maka Fakultas Adab menyelenggarakan "Workshop Desain Pembelajaran Berbasis Multimedia" dari tanggal 22 - 24 Juni 2009. Workshop yang diikuti oleh 30 dosen Fakultas Adab secara resmi dibuka oleh Rektor IAIN Imam Bonjol (diwakili oleh Pembantu Rektor I, Prof.DR.H. Syafruddin Nurdin, M.Pd). Sebagai Narasumber dalam Workshop yang dilaksanakan di Aula Fakultas Adab ini adalah Prof.DR.H. Syafruddin Nurdin, M.Pd tentang "Manajemen Pembelajaran dan Kurikulum di IAIN Imam Bonjol Padang". Materi selanjutnya adalah mengenai "Desain Pembelajaran Aplikasi Multimedia" oleh Prof.DR. Suparno (Guru Besar FIP-UNP Padang), "Media Pembelajaran dengan Aplikasi Multimedia" oleh DR. Darmansyah, ST., M.Pd (dosen sekaligus praktisi multimedia dari UNP Padang) dan materi terakhir mengenai "Evaluasi Pengajaran Berbasis Multimedia" oleh DR. Ramalis, M.Pd (dosen sekaligus praktisi multimedia dari UNP Padang). Materi-materi yang bersifat teoritis-visual ini, diselingi oleh praktek. Suasana Workshop yang terkesan santai tapi serius ini, sangat dinikmati oleh dosen-dosen Fakultas Adab.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab Drs. Irhash A. Shamad, dalam sambutannya pada acara pembukaan workshop ini, mengemukakan bahwa perkembangan teknologi informasi dewasa ini telah hampir merambah semua lapangan kehidupan dengan berbagai tawaran kemudahan, efektifitas, dan efisiensi, yang -dalam banyak hal- telah mengimplikasikan kemajuan peradaban manusia secara umum. Sementara percepatan laju perkembangan digitalisasi dan teknologi informasi berlangsung begitu cepat dan sukar untuk dihambat, namun, -suka atau tidak suka- kita akan terperangkap dalam arus perkembangan dan perubahan itu. Dalam hal ini, yang lebih diperlukan adalah kemampuan dan kemauan kita untuk menyesuaikan diri dengan percepatan perkembangannya, agar kita tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri.
Menurutnya, sektor pendidikan adalah sektor yang sangat relevan ketika tentang berbicara teknologi informasi, karena pendidikan merupakan proses transformasi dan transmisi informasi dalam bentuk ilmu pengetahuan . Dengan teknologi digital memungkinkan kemasan informasi menjadi semakin hemat ruang dan semakin irit waktu, semakin mudah disimpan, namun dapat lebih cepat diakses, serta -dalam beberapa hal- dapat lebih menyenangkan. Teknologi digital telah memicu pesatnya perkembangan teknologi multimedia yang dapat diaplikasikan ke berbagai bidang professi, terutama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Alasan inilah, menurut Dekan, yang mendorong kenapa fakultas Ilmu Budaya-Adab merasa perlu menyelenggarakan workshop “Desain Pembelajaran berbasis Multimedia” pada tahun ini, workshop mana adalah lanjutan dari workshop “ Pemanfaatan Multimedia dalam Pembelajaran” yang dilaksanakan pada tahun lalu.

Lebih jauh dikemukakan, bahwa sejak akhir tahun yang lalu, fakultas telah membuka akses point (hotspot) yang memberikan kemudahan bagi setiap warga fakultas untuk melakukan akses internet di kampus ini, demikian juga pelayanan akses internet untuk rumah-rumah dosen. Ini ditujukan agar semua warga fakultas Adab semakin mudah mendapatkan akses informasi , yang dengan itu, pada gilirannya, juga akan semakin mudah pula untuk beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum.
Website fakultas Ilmu Budaya-Adab beserta link kelembagaannya yang telah diluncurkan sejak awal tahun ini, alhamdulillah hingga saat, berkembang dengan baik. Demikian juga link-link personal dosen dengan disiplin keilmuan masing-masing, telah makin bertambah jumlahnya. Karya ilmiah dosen juga telah terpublikasi secara luas dan dapat diakses oleh siapa saja melalui link LPPBI. Ini tentu merupakan indikasi kemajuan yang dapat diraih oleh fakultas Adab dalam lapangan teknologi informasi yang patut dibanggakan. Irhash mengemukakan dengan workshop Desain pembelajaran berbasis Multimedia ini, dosen-dosen akan dibekali dengan keterampilan merancang desain pembelajaran yang berbasis multimedia, dan dengan itu, diharapkan nantinya juga akan lebih dapat dikembangkan lagi kepada metode pembelajaran berbasis web, sehingga proses belajar-mengajar yang dijalankan di fakultas ini dapat betul-betul berbasis teknologi informasi, sebagaimana telah dilakukan oleh perguruan-perguruan tinggi ternama lainnya. Untuk itu semua, diharapkan dengan workshop yang diselenggarakan ini akan lebih meningkatkan lagi kualitas pembelajaran di fakultas ini untuk masa-masa yang akan datang, sehingga, tujuan fakultas untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan kompetitif dalam disiplin masing-masing, akan dapat diwujudkan.




...selengkapnya...

Serambi Pos

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 10.54 | | 0 komentar »

...selengkapnya...

Kutipan dari Amanat yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya-Adab selaku Pembina Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-101 di lapangan Parkir Kampus IAIN Imam Bonjol, Lubuk Lintah Padang, tanggal 20 Mei 2009
Pada peringatan hari kebangkitan nasional kali ini, kita telah memasuki tahun pertama awal abad kedua sejak pertama kali gagasan kebangkitan nasional dijadikan komitmen kebangsaan. Terlepas dari perbedaan pendapat tentang kapan persisnya hari kebangkitan itu harusnya diperingati, yang jelas kita tetap meyakini bahwa nilai-nilai kebangkitan nasional itu selalu relevan untuk menjiwai perjalanan sejarah bangsa ini, dalam rangka memapankan eksistensi dan kemandiriannya sebagai bangsa yang berdaulat, sebagai bangsa yang mampu berdiri di kaki sendiri, bangsa yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain serta terbebas dari penguasaan dan campur tangan bangsa asing.

Masa seratus tahun adalah masa yang cukup untuk pendewasaan sebuah bangsa, masa dimana rangkaian perjuangan bangsa telah terjalin dengan berbagai suka duka pengalaman sejarah masanya masing-masing. Akan tetapi masa seratus tahun, sekaligus juga sering dijadikan sebagai penanda perubahan besar sejarah, masa yang juga cukup untuk melahirkan berbagai perubahan paradigma dan tantangan-tantangan baru.

Bila seratus tahun yang lalu kita dihadapkan dengan tantangan penguasaan fisik, maka awal abad ini paradigma tantangan itu beralih ke penguasaan kultural. Akselerasi kemajuan teknologi informasi yang terjadi semenjak peralihan millenium ini, telah menawarkan berbagai kemudahan dalam hampir semua aspek kehidupan, namun sekaligus juga, telah membawa tantangan-tantangan baru bagi nilai-nilai kemandirian dan jati diri bangsa. Arus informasi dari berbagai penjuru dunia mengalir deras tanpa hambatan, meresap dan mengintervensi area budaya kita, yang dengan itu, kita semakin mudah terjerat dalam pusaran peradaban dunia yang arahnya semakin tidak menentu.

Peringatan kebangkitan nasional kita yang memasuki usia dimana perubahan paradigma itu sedang berlangsung, menuntut semua elemen bangsa ini harus memperkuat komitmen kebangsaan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kesadaran sebagai sebuah bangsa yang mandiri yang pernah digagaskan sejak 100 tahun yang lalu, seyogianya pada hari ini telah memperoleh kematangan seiring dengan perjalanan sejarah bangsa ini. 50 tahun pertama, bangsa ini mampu untuk terbebas dari penindasan asing, 50 tahun kedua kita mencoba untuk berdiri di atas kaki sendiri dengan segala pengalaman yang menyertainya, kita memasuki 50 tahun ketiga atau awal abad kedua sebagai starting point dimana kita seyogianya harus sudah memiliki paradigma yang jelas tentang arti kemandirian sebagai sebuah bangsa, kita harus betul-betul siap dan dewasa untuk menghadapi tantangan perubahan dunia yang berlangsung cepat itu dengan keteguhan komitmen, semangat kemandirian dan kebersatuan dalam rangka mengantisipasi segala bentuk penguasaan asing, untuk kemudian dapat menentukan masa depan kita sendiri.

Kemandirian sebuah bangsa berarti kepercayaan diri sendiri untuk menentukan pilihan-pilihan kehidupan berbangsa, kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu berdasarkan pilihan itu, serta menerima segala konsekuensi dari apa yang dilakukan itu. Dengan kemandirian, bangsa ini tidak akan mudah terombang ambing, bangsa ini tidak mudah dikendalikan, tidak mudah diprovokasi dan dininabobokkan, bangsa yang akan selalu memiliki wilayah otoritasi yang kuat, baik pada aspek politik, ekonomi, sosial budaya, maupun jati diri bangsa yang berakar dari keperibadian bangsa sendiri.

Adalah sangat kebetulan, di tahun pertama abad kedua kebangkitan nasional ini, kita sedang melaksanakan amanat konstitusi UUD 1945, yaitu pemilihan anggota dewan perwakilan rakyat, dan segera setelah itu akan dilaksanakan pula pemilihan presiden dan wakil presiden. Momentum suksesi kepemimpinan nasional yang dilaksanakan seiring langkah pertama abad kedua kebangkitan nasional ini menjadi strategis, ketika kita dapat merumuskan ulang komitmen kita sebagai bangsa yang mandiri, dan dapat menentukan masa depan kita sendiri, tanpa diintervensi oleh pihak asing. Melalui mekanisme suksesi kepemimpinan nasional ini, kita akan menentukan masa depan bangsa untuk setidaknya lima tahun ke depan. Oleh karena itu, adalah menjadi kewajiban kita untuk mensukseskan kedua pemilihan ini dengan menggunakan hak pilih kita masing-masing. Kita secara bersama akan melakukan pilihan hidup kebangsaan dengan menentukan sosok kepemimpinan bangsa yang akan mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan mandiri. Semoga rahmat Allah akan selalu menyertai kita semua, amin.


© Irhash A. Shamad 200509

...selengkapnya...

Serah Terima Jabatan Kasubag Umum Fakultas Ilmu Budaya-Adab

Diposting oleh Fakultas Ilmu Budaya - Adab | 15.11 | | 0 komentar »

Padang (20 Mei 2009). Hari Senin, 17 Mei 2009 yang lalu, bertempat di Ruang Sidang Fakultas dilakukan acara serah terima jabatan Kasubag Umum Fakultas Adab dari Aryanaldi, SE dengan Arfita Yessie, SE. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab - Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum - mengatakan bahwa acara ini merupakan refleksi-normatif dari pepatah Minangkabau "datang nampak muko, pai nampak punggung". Selanjutnya, Aryanaldi, SE yang selama ini dikenal supel, cekatan dan familiar ini dipromosikan menjadi Kabag Keuangan IAIN Imam Bonjol Padang. "Walaupun ada rasa berat melepaskan Saudara Aryanaldi dari Fakultas Adab ini, namun kita juga merasa bergembira bahwa Saudara Aryanaldi justru dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi di tingkat Institut", dan dengan dipromosikannya saudara Aryanaldi menjadi Kabag Keuangan, maka sudah tiga orang Kabag Keuangan Institut yang "didatangkan"dari Fakultas Adab, yaitu berturut-turut Drs. Zukarnaini, Muryanif Nurdin, dan Aryanaldi SE. Mudah-mudahan dengan itu, akan berimplikasi positif terhadap fakultas Adab sendiri, demikian Dekan mengharapkan.

Sementara itu, penggantinya Saudari Arfita Yessie, SE yang akan menggantikan posisi jabatan yang ditinggalkan oleh Aryanaldi, SE, merupakan sosok yang tidak asing bagi keluarga besar Fakultas Adab, karena selama ini beliau berkiprah di Bagian Keuangan Institut dan kapasitas serta kapabilitas beliau tidak diragukan lagi. Di akhir acara serah terima, di sela-sela percakapan lepas di ruangan Bagian Umum, saudara Aryanaldi memberikan kesan-personal kepada Saudari Arfita Yessie, "Kebersamaan yang kuat, itu yang selama ini saya rasakan selama dua tahun di Fakultas Adab ini", demikian kata laki-laki yang kesehariannya di panggil dengan "Al" ini. Ya, disinilah kekuatan Fakultas Adab selama ini. Selamat berjuang dan bekerja saudara kami Aryalnaldi di tempat dan posisi anda yang baru, mudah-mudahan silaturrahmi diantara kita tetap terjalin. Selamat datang Saudara kami Arfita Yessie, Selamat datang di kampus yang kecil tapi indah" ini.

...selengkapnya...